Tepatkah Penetapan Tersangka Ketua dan Komisioner KY (2)

JAKARTA, 1kata.com – Harus dicatat, nama baik seseorang adalah hak yang secara nyata dilindungi KUHP, ketentuan KUHP ini tentu sudah mempertimbangkan segala aspek termasuk dalam ranah kewenangan KY yang memiliki hak menilai putusan seorang Hakim.

Jadi tinggal dinilai apakah penilaian dua orang yang kebetulan menjabat sebagai ketua KY dan Komisioner KY tersebut melampaui kewenangannya ataukah masih dalam batas kewenangannya.

Pernyataan dua orang terlapor yang kebetulan menjabat sebagai ketua KY dan Komisioner KY yang sempat menyatakan di media berulangkali bahwa “hakim Sarpin bodoh dan akan dipecat” bukankah sudah sangat tendensius menyerang pribadi hakim, bukan lagi sebatas menilai putusan hakim yang menjadi kewenangan KY?

Apalagi skorsing terhadap hakim Sarpin dengan salah satu alasan yang sulit diterima dengan menyatakan hakim Sarpin secara tidak cermat dan gegabah mengambil pandangan seorang saksi ahli.

Dalam hal ini adalah Prof. Arief Sidarta sudah berlebihan, karena tidak mengambil pendapat, mengambil sebagian saja pendapat atau bahkan mengambil pendapat secara keseluruhan dari seorang ahli sudah biasa dalam ruang akademis dan hasil konstruksi pandangan akhirnya dapat sama sekali berbeda dengan pandangan keseluruhan seorang ahli yang dirujuk.

Dalam ruang akademis, penemuan ilmiah misalnya Teori atom Rutherford sangat berbeda dengan teori atom John Dalton, meskipun lahirnya teori atom Rutherford diinspirasi pandangan dalam postulat atom John Dalton.

Hal ini karena biasanya konstruksi pandangan yang merujuk berbagai pandangan, termasuk fakta empiris (alat bukti dan barang bukti), dapat berpotensi menggiring pada penemuan kebenaran baru yang lebih bersifat komprehensif dan jauh lebih reliabel (konsisten). (Bersambung)

Penulis: Brigjen Pol. Dr. Bambang Usadi, MM, Analis Kebijakan Utama Lemdikpol

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below