DPR Sambut Baik Penunjukkan Din Syamsudin Jadi Utusan Presiden

JAKARTA, 1kata.com – Komisi VIII DPR RI menyambut baik penunjukkan Din Syamsudin sebagai Utusan Khusus Presiden Joko Widodo di bidang Dialog Agama dan Peradaban. Penunjukkan Din itu dinilai dapat memoderasi wajah Islam di Indonesia.

“Selama ini kan citra umat Islam di Indonesia itu seringkali dinilai negatif oleh dunia luar,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Deding Ishak, kepada 1kata.com di Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Oleh sebab itulah, lanjut Deding yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI ini, pihaknya menyambut baik penunjukkan Din Syamsudin sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog Agama dan Peradaban.

“Din Syamsudin adalah tokoh Islam yang moderat dan diterima semua pihak,” kata Deding yang juga Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) ini.

Menurut Deding, kepemimpinan Din sudah teruji selama memimpin Muhammadiyah dan MUI di mana citra Islam yang ditonjolkan selalu Islam yang moderat.

“Beliau selama ini selalu mengampanyekan Islam yang damai, Islam yang toleran dan Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam,” kata anggota DPR dari Dapil Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini.

Selain itu, Deding juga menilai sosok Din relatif mudah diterima oleh kelompok Islam manapun, dalam arti tidak mendapat resistensi.

“Ini penting, sebab untuk menyatukan Islam itu bukan berarti harus ada sosok yang luar biasa tetapi yang paling penting adalah sosok yang dapat diterima oleh semua pihak. Itu yang saya lihat ditangkap oleh Presiden Jokowi dalam menunjuk Pak Din,” katanya.

Pada bagian lain, Deding juga mengingatkan tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini, seperti mencegah radikalisme hingga terorisme. Tantangan ini harus disikapi dengan baik oleh Pemerintah, misalnya dengan mengedepankan dialog antar-umat Islam dan juga antar-agama di Indonesia.

“Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan harmoni antara umat beragama,” ujar Deding.

Dia juga menekankan pentingnya mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam.

“Saya melihat, kemajuan bangsa Indonesia adalah kemajuan umat Islam, dan ketertinggalan Indonesia adalah ketertinggalan umat Islam juga sebab umat Islam adalah penduduk mayoritas di Indonesia. Bahkan umat Islam di Indonesia merupakan jumlah populasi terbesar di dunia,” demikian Deding Ishak.

Sumber: shaquilla | editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below