
CIREBON, 1kata.com – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Cirebon Abdul Majid Ikram mengungkapkan pada tahun 2015 pihaknya menemukan sebanyak 16.084 lembar uang palsu di wilayah III Cirebon, meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.
“Penemuan uang palsu itu ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut hingga 100 persen, dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2014 ditemukan sebanyak 7.936 lembar uang palsu,” kata Abdul Majid, di Kuningan, Minggu (29/5/2016).
Menurut dia, peningkatan tersebut selain didasari kesadaran masyarakat yang cukup tinggi, juga terbongkarnya beberapa kasus pemalsuan yang ada di Wilayah III Cirebon.
Ia menuturkan dengan meningkatnya penemuan uang palsu itu, bisa diartikan sebagai hal negatif dan positif. “Negatifnya kita patut lebih waspada, positifnya masyarakat berarti sudah sadar dan mau melaporkan kasus uang palsu,” katanya.
Majid menambahkan untuk uang palsu beredar dikarenakan adanya peranan dukun yang mengaku bisa menggandakan uang dan itu salah satu penyebabnya.
Selain itu juga pihak BI mempunyai mitra pedagang tradisional untuk bisa mengenali mana uang palsu dan uang asli dan dengan adanya mitra itu BI juga terbantu.
Sumber: CR-07 | editor: m.hasyim


