Semester I 2021, Indosat Ooredoo Catatkan Laba Bersih Rp5,6 T

JAKARTA, 1kata.com – President Director dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama, mengatakan, hasil keuangan pada semester I tahun 2021 yang berakhir pada 30 Juni lalu, pihaknya mencatatkan laba bersih sejumlah Rp5,6 triliun atau meningkat signifikan dari semester pertama tahun 2020.

Ia menambahkan, tahun ini perusahaan mencatatkan pencapaian kuat dengan berfokus pada strategi transformasi, menghasilkan pertumbuhan top-line yang solid, sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan pendapatan yang secara konsisten unggul pada industri.

Menurut Ahmad, perusahaan masih akan berfokus pada produk yang sederhana, transparan, dan inovatif, yang diwujudkan sejalan dengan komitmen terhadap keunggulan jaringan, serta pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan.

“Kami juga mencatatkan EBITDA yang unggul, dengan pertumbuhan dua kali lebih cepat daripada pendapatan, di atas semua itu kami juga berhasil mencatatkan laba bersih yang cukup baik,” kata Ahmad dalam rilis tertulis, Kamis (29/7/2021).

Pada enam bulan pertama 2021, Indosat Ooredoo berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan. Total pendapatan meningkat 11,4 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp14,98 triliun, diikuti pendapatan seluler yang naik 11,3 persen yoy menjadi Rp12,4 triliun.

Bisnis B2B Enterprise juga menunjukkan kinerja yang kuat, dengan berbagai peluang yang muncul termasuk IoT, IT Services, Cloud, dan Security, membantu memberi pertumbuhan pendapatan sebesar 16,5 persen yoy menjadi Rp2,65 triliun.

Ahmad menyebut, peningkatan EBITDA sebesar 24,8 persen mencapai Rp6,78 triliun merupakan EBITDA semester pertama tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penyebabnya, kombinasi pertumbuhan top line dan efisiensi biaya yang berkontribusi 4,8 persen pada margin EBITDA yoy, mencapai 45,2 persen di semester pertama tahun 2021.

Kemudian, ada 60,3 juta pelanggan yang menyatakan puas dan loyal, meningkat 5,3 persen yoy, dengan pertumbuhan pelanggan data 4G mencapai 40 juta, meningkat 29,5 persen yoy. Sementara itu, dorongan pertumbuhan dalam lalu lintas data yang meningkat 40,2 persen yoy juga menambah pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) sebesar 8,2 persen yoy menjadi Rp34 ribu. Sehingga, berkontribusi 19 persen dalam pertumbuhan pnedapatan data 4G.

Pada kuartal kedua 2021, Indosat Ooredoo telah mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial pertama di Kota Solo. Peluncuran itu menjadikan Indosat Ooredoo sebagai yang terdepan dalam pengadaan 5G di Indonesia.

Sumber: CR-02
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below