Produk Herbal dan Suplemen Dukung Penjualan Sido Muncul

JAKARTA, 1kata.com – Penjualan produk herbal dan suplemen produksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mendorong Perseroan mengantongi pendapatan menyentuh Rp1,65 triliun pada semester I 2021.

Produk-produk yang diminati oleh pasar antara lain adalah Tolak Angin, produk Vitamin C dan E, minuman berbahan dasar jahe, Kapsul JSH, Sambiloto, dan produk suplemen lainnya.

“Tidak hanya produk herbal tetapi juga suplemen yang bisa menjaga daya tahan tubuh yang banyak dicari,” kata Direktur Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Leonard Wibisono, Kamis (5/8/2021).

Ia menambahkan, peningkatan penjualan juga didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Tingginya kasus kematian dan fase gelombang Covid-19 yang memasuki waktu dua tahun ini turut membuat masyarakat mengkonsumsi produk herbal dan suplemen.

Pada semester I 2021 ini, penjualan produsen jamu terbesar di Indonesia itu mengalami kenaikan 13,36% menjadi Rp 1,65 triliun.

Segmen penjualan jamu herbal dan suplemen masih menjadi kontributor terbesar hingga 64,14% atau setara Rp 1,06 triliun. Adapun jumlah ini juga meningkat dari semester I tahun lalu yang tercatat Rp 923,2 miliar. Dengan kata lain, segmen jamu herbal dan suplemen mengalami pertumbuhan 14,98% yoy.

Adapun segmen makanan dan farmasi berkontribusi hingga Rp 526,24 miliar. Capaian ini juga lebih baik 12,17% dibanding periode yang sama tahun 2020 yang tercatat Rp 469,16 miliar. Segmen farmasi berkontribusi paling mini, yakni Rp 67,10 miliar. Kontribusinya juga menurun tipis 0,38% yoy dari semester I tahun 2020 yang tercatat Rp 67,35 miliar.

Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tumbuh 21,32% menjadi sekitar Rp 502 miliar. Melihat pencapaian ini, SIDO optimistis target total penjualan dapat bertumbuh di atas 10% dengan target laba bersih bisa tumbuh di atas 15% hingga akhir tahun 2021.

“Kami melihat tren ini tetap akan bertahan ke depannya, meskipun pandemi mereda atau berakhir nanti. Hal ini dikarenakan konsumen telah menyadari dan merasakan manfaat yang besar memiliki imunitas tubuh yang kuat dan sehat. Dengan begitu, konsumsi produk herbal dan produk kesehatan lainnya akan tetap dilakukan,” ujarnya.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below