
JAKARTA, 1kata.com – Maraknya aksi penipuan perjalanan haji atau umroh, membuat keprihatinan tersendiri pengelola Annisa Travel.
“Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika masyarakat jeli memilih biro perjalanan,” kata Dirut Annisa Travel Eri Heirawati, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Eri menambakan, masyarakat jangan hanya memilih harga murah, apalagi tawaran ekstra murah yang melebihi batas kewajaran.
Selain itu, ia meminta calon jamaah juga memeriksa biro haji dan umroh secara baik, apa fasilitas yang ditawarkan. Dimana hotel atau penginapan selama di Tanah Suci dan maskapai penerbangan yang digunakan. “Semua harus jelas, agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari,” kata Eri.
Menurutnya, patokan harga paket haji dan umroh ke Tanah Suci saat ini bervariasi. Dikatakan, jika ada tarvel biro yang menawarkan paket Rp20 juta per orang, masih bisa dimaklumi.
“Tapi jika dibawah itu, apalagi sampai Rp10 juta per orang mesti dicek ulang,” kata Eri yanhg sudah 10 tahun menjalankan usaha travel itu.
Ia menambahkan, semua ada hitungannya dan bisa dikalkulasi sendiri. Untuk tiket pesawat rata-rata 1.000 dolar AS per orang. Dengan kurs sekarang Rp13.800/dolar AS, maka setara dengan Rp13,8 juta.
Masih ada kebutuhan lain seperti visa, makan, minum dan penginapan selama di Tanah Suci. “Jika mereka disana 10 hari, bisa dihitung sendiri, berapa kira-kira kebutuhan riil selama menunaikan Haji atau Umrah,” kata Eri.
Sumber: CR-01 | editor: m.hasyim


