
JAKARTA, 1kata.com – Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS, menegaskan, ada kesalahan secara turun temurun yang mengakibatkan Indonesia sangat sedikit memiliki wirausaha.
“Hampir semua orang tua yang menyekolahkan anaknya, selalu mengharapkan anaknya jadi pejabat. Tidak pernah ada yang mengharapkan agar anaknya jadi pengusaha,” kata Prakoso BS, saat jumpa pers di Kantor Kemenkop dan UKM, di Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Akibatnya, lulusan perguruan tinggi tidak tertarik menjadi wirausaha atau pengusaha. Kalau pun ada yang jadi pengusaha, mereka hanya menjadi pengusaha kecil.
“Paling banter, mereka menjadi pengusaha menengah. Setelah itu, mereka tidak tertarik menjadi pengusaha besar. Karena memiliki duit tidak dibawa mati,” katanya.
Tetapi itu ada nilai positifnya, lanjut Prakoso, karena pengusaha kecil dan menengah di Indonesia sangat banyak dan itu bisa menyelamatkan perekonomian nasional.
Sementara itu, menyangkut RUU Kewirausahaan, Prakoso menambahkan, RUU Kewirausahaan ditargetkan bisa disahkan tahun ini menunggu disahkannya RUU Perkoperasian.
“Adanya UU ini nantinya akan menghemat anggaran dan tidak adanya lagi tumpang tindih kewenangan pengembangan kewirausahaan,” katanya.
Pihaknya sendiri telah menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) dalam RUU Kewirausahaan Nasional. “DIM kami susun dalam dua pekan, ada 56 pasal kami usulkan menjadi 35 pasal saja,” katanya.
Sumber: CR-06 | editor: m.hasyim


