
JAKARTA, 1kata.com – Sebuah video berdurasi 1 menit 5 detik menampilkan Wahyudin Moridu tengah bercakap dengan seorang perempuan soal perjalanan dinasnya ke Makassar.
Dalam video yang direkam di dalam mobil itu, Wahyudin dengan jelas menyebut identitas dirinya sebagai anggota DPRD Gorontalo dari Fraksi PDIP, lalu menyatakan hendak “menghabiskan uang negara.”
“Ini uang negara, kita rampok saja. Biar negara makin miskin,” ucapnya sambil tertawa.
Diduga, saat itu Wahyudin dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
Menyikapi hal ini, DPP PDI Perjuangan bertindak tegas dan telah menjatuhkan pemecatan terhadap anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu.
Partai memastikan kursi Wahyudin segera diisi lewat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menuturkan bahwa partai telah menerima laporan dari DPD PDIP Gorontalo terkait klarifikasi Wahyudin.
Berdasarkan rekomendasi Komite Etik dan Disiplin, DPP kemudian menjatuhkan sanksi pemecatan.
“Surat keputusan pemecatan sudah dikeluarkan hari ini,” ujar Komarudin dalam keterangan resminya, Sabtu 20 September 2025.
Ia menambahkan, DPP segera menyiapkan calon pengganti untuk menduduki kursi DPRD Provinsi Gorontalo tersebut.
Setelah menuai kecaman publik, Wahyudin mengunggah permintaan maaf melalui akun media sosialnya. Ia mengakui pernyataannya salah dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik
Penulis: CR-17
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


