
JAKARTA, 1kata.com – Perusahaan rintisan (startup) teknologi perjalanan Traveloka selalu menyiapkan langkah-langkah dalam menghadapi krisis.
“Ada atau tidak ada krisis, kita harus tetap bergerak, kita harus siapkan langkah berikutnya,” kata PR Director Traveloka Sufintri Rahayu, saat menjadi pembicara di Konvensi Humas Nasional 2018, di Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Kenapa pihaknya harus menyiapkan langkah menghadapi krisis, menurutnya, karena krisis ini berpotensi mematikan perusahaan. Dan karena kesiapannya menghadapi krisis ini, akhirnya sampai sekarang Traveloka tidak pernah menghadapi krisis.
Ia menambahkan, pihaknya juga menghadapi semua hoax yang muncul. Hoax itu harus dicounter dan tidak dibiarkan bergulir begitu saja.
Dalam menghadapi hoax, lanjutnya, pihaknya menjawab dengan dasar-dasar PR yang baik, original dan bisa dipercaya.
“Sehingga semuanya bisa mendapatkan penjelasan dengan benar,” katanya.
Sebagai perusahaan startup berbasis teknologi perjalanan, lanjut Sufintri Rahayu, pihaknya membutuhkan kehadiran generasi muda. Karena perusahaan ini berkembang bukan hanya beli tiket pesawat saja, tetapi bisa menyiapkan semuanya.
“Ibaratnya sebuah orkestra, semuanya bisa berjalan dengan baik dan saling melengkapi,” katanya.
Sufintri Rahayu juga menegaskan, pihaknya setuju dengan Humas 4.0. Sekarang semuanya berbasis teknologi. Humas juga begitu, sudah bukan zamannya lagi menggunakan faximile untuk mengirim data atau pesan.
Sekarang semuanya bisa dilakukan dengan bantuan teknologo informasi menggunakan email atau google. “Kita berkolaborasi dengan sistem google,” katanya.
Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim


