Romahurmuziy Bebas Bukan Karena Perlakuan Istimewa

Romahurmuziy

JAKARTA, 1kata.com – Bebasnya mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy karena keputusan Mahkamah Agung (MA), bukan karena sebuah perlakuan istimewa.

“Bagi kami itu hal yang biasa saja, bukan perlakuan istimewa untuk Pak Romi karena memang hukum acara pidananya mesti begitu,” kata Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani, Kamis (30/4/2020).

Arsul menambahkan, memang sudah seharusnya Romi dibebaskan terlebih dahulu, terlepas nantinya ada proses hukum lanjutan atau tidak bagi Romi.

“Ketika seorang terdakwa yang ditahan, kemudian telah menjalani masa penahanan selama waktu yang sama dengan vonis hakim yang telah dijatuhkan, ya, maka ia harus dilepaskan dulu meskipun ada proses hukum lanjutan dalam kasus Pak Romi,” katanya.

Ia mengaku belum membaca pertimbangan hukum yang ada di dalam putusan hakim. Menurutnya Romi dibebaskan pasti karena ada pertimbangan hukum, jadi ia mempersilakan untuk bertanya langsung kepada hakim MA.

“Kalau ditanya kok cuma satu tahun? Hakimnyalah yang ditanya,” imbuhnya.

“Kalau kita melihat hukuman terhadap kejahatan, menurut saya tidak bisa dilihat hanya dengan lamanya masa hukuman, karena di luar soal menjalani hukuman dalam penjara itu ada hukuman sosial juga,” sambungnya.

Ketika disinggung apakah kira-kira Romi akan kembali ke struktur PPP, dengan tegas ia menjawab semua tergantung kepada Romi.

“Ya, kita lihat saja nanti. Tidak bisa saya jawab sekarang, karena kan belum tentu Romi mau kembali jadi pengurus partai,” pungkasnya.

Sumber: CR-03
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below