
MAMUJU, 1kata.com – Polres Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengulang sukses program Gerakan Kembali Bersekolah. Program tahan pertama tahun 2014, kepolisian berhasil mengembalikan 178 anak putus sekolah, tahun 2015 ini sebanyak 517 anak putus sekolah akan kembali bersekolah.
“Setelah kami sukses mengembalikan 178 anak putus sekolah pada program Gerakan Kembali Bersekolah tahap pertama tahun 2014, maka tahun ini Polres Mamuju akan kembali menggelar kegiatan serupa”, kata Kapolres Mamuju, AKBP Eko Wagiyanto, di Mamuju, Jumat (26/6/2015).
Pengembalian anak putus sekolah tahap dua ini, tambah Eko Wagiyanto, rencananya acara secara simbolis dilaksanakan pada 1 Juli 2015, bersamaan dengan peringatan Hari Bhayangkari ke 69.
Menurutnya, sebanyak 517 anak telah didata oleh Babinkamtibmas di masing-masing Polsek yang tersebar di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah.
Karena itu, kata dia, Gerakan Kembali Bersekolah telah dilaksanakan persiapan secara matang mulai dari kesiapan peralatan prasarana yang dibutuhkan dalam 1 paket bagi siswa yang akan kembali disekolahkan.
Eko mengatakan, pendataan yang dilakukan Babinkamtibmas telah rampung dilaksanakan. Namun tidak menutup kemungkinan masih akan bertambah, karena masih mungkin ada usulan dari masyarakat, yang akan diakomodir selanjutnya.
“Biaya yang dibutuhkan dari kegiatan ini berasal dari anggota Polres Mamuju, ditambah bantuan dari pihak terkait. Kami sadar masih banyak anak putus sekolah yang mesti diperhatikan, dan ini tanggungjawab kita bersama,” terang Kapolres Mamuju.
Ia menyebutkan, bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah yang tediri atas, baju seragam merah putih untuk SD, putih biru untuk SMP dan seragam putih abu-abu untuk SMA, serta seragam pramuka, SD, SMP, dan SMA.
Bukan hanya itu, kata Eko, juga telah disiapkan bantuan berupa topi, dasi, kaos kaki, sepatu dan tas sekolah. Sarana penunjang lainnya yang ikut dalam paket yang diberikan berupa, dua pak buku tulis, pulpen satu dos, mistar, penghapus dan pensil satu dos.
“Peralatan yang kami berikan lengkap, baik pakaian maupun alat tulis-menulisnya. Intinya, kami berharap, tidak ada lagi anak putus sekolah karena keterbataasan biaya untuk membeli seragam sekolah dan perlengkapannya,” ujar Kapolres.
Kapolres menguraikan, dari 517 anak putus sekolah yang berhasil didata, jenjang SD 247 orang, SMP 218 orang, dan SMA 52 orang.
Jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Mamuju sebanyak 435 jiwa, dan anak putus sekolah di Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 83 anak.
Rinciannya dari 10 Polsek di Mamuju, Polsek Tapalang 28 anak, Polsek Mamuju 48, Polsek Kalukku 52, Polsek Kalumpang 27, Polsek Budong-budong 15, Polsek Karossa 26, Polsek Sampaga 173, Polsek Tommo 107, Polsek Topoyo 23, dan Polsek Tobadak 18 anak.
“Pengembalian anak putus sekolah sengaja kami lakukan 1 Juli, karena bertepatan dengan hari ulang tahun Polri. Momentum ini, kami harapkan dapat mendekatkan diri polisi dan masyarakat, utamanya di Mamuju dan Mamuju Tengah,” ujar Kapolres.
Penyerahan bantuan seragam akan dilakukan di masing-masing Polsek, kecuali Polsek Mamuju Kota, bantuan akan diserahkan di Polres Mamuju. Untuk pengembalian ke sekolah, sudah dijadwalkan tanggal 22 Juli, di mana anak putus sekolah akan diantar langsung oleh anggota ke sekolah masing-masing.
“Kami tidak ada maksud untuk mengambil kewenangan dinas terkait. Kami hanya berkontribusi untuk menyelesaikan satu dari sekian banyak masalah yang terjadi di masyarakat. Mohon dimengerti, kami ini Polisi hanya membantu, tidak ada niat lain,” jelas Eko Wagiyanto.
Sumber: CR-01 || editor: m. hasyim


