
KENDARI, 1kata.com – Pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) di setiap kabupaten di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) disesuaikan dengan tingkat kerawanan sosial yang timbul.
“Makin tinggi tingkat kerawanan yang timbul di daerah penyelenggara pilkada, makin banyak jumlah personil anggota Polri yang kita siagakan,” kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Arkian Lubis, di Kendari, Selasa (28/7/2015).
Kapolda mengaku pihaknya menyediakan 2/3 kekuatan atau sekitar 4.000 personil anggota Polri untuk mengamankan penyelenggaraan pilkada di Sultra.
Dari jumlah tersebut, kata dia, di daerah yang ditengarai paling rawan terjadi konflik, akan ditempatkan petugas pengamanan lebih banyak.
“Sejauh ini, daerah penyelenggara pilkada yang kami deteksi paling rawan terjadi konflik adalah Kabupaten Muna dan Buton Utara,” katanya.
Di dua kabupaten tersebut, kata dia, pengamanan pilkada ditangani oleh satu Polres.
“Tingkat kerawanan yang terjadi di kabupaten lain kami anggap tidak terlalu mengkhawatirkan, karena satu kabupaten di tangani oleh satu Polres,” katanya.
Di Sultra yang akan menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2015 sebanyak tujuh kabupaten.
Ketujuh kabupaten tersebut yakni, Kabupaten Muna, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara, Konawe Selatan dan Wakatobi.
Sumber: CR-16 || editor: m. hasyim


