
JAKARTA, 1kata.com – Ariston Peduli bersama National Culinary Service Academy (NCSA) dan Indonesian Chef Associaton (ICA), mendatangkan dua legenda masak Indonesia, guna membedah bisnis kuliner.
Acara yang dikemas dalam talkshow Meet The Legend di Gandaria City, Jakarta, Sabtu (2/2019), mendatangkan Sisca Soewitomo dan Juliana Hartono.
Menurut Stephen, Managing Director NCSA, bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit, membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas.
“Hampir 70 persen start up di bisnis kuliner mengalami kerugian,” katanya.
Namun Stephen menggarisbawahi, ada bisnis kuliner yang bisa bertahan dan bahkan bisa melegenda.
Acara yang dipandu Chef Lucky Permana yang juga Vice President bidang Profesi dan Pendidikan ICA pusat, ini terasa sangat hidup dan menarik perhatian.
Karena Chef Lucky mampu mengorek informasi penting dari dua nara sumber.
Sisca Soewitomo dikenal sebagai perempuan yang “membidani” lahirnya chef-chef nasional dan internasional. Ia juga sudah menulis 150 judul buku kuliner, termasuk 2 buku dalam bahasa Inggris.
Sedangkan Juliana Hartono adalah pendiri Gado-Gado Boplo. Juliana mengisahkan, pada tahun 1970 ia memulai jualan gado-gado dengan menggunakan sebuah meja dan sebuah etalase kecil di dalam gang kecil di bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
“Apa yang diungkapkan ibu Sisca Soewitomo dan ibu Juliana Hartono, keduanya mempunyai benang merah yang sama yaitu jika ingin sukses maka harus serius dan tekun,” kata Chef Lucky.
Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim




