
JAKARTA, 1kata.com – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Premi Lasari, mengatakan, sepanjang tahun 2022 pihaknya telah membina sebanyak 1.230 Jakpreneur. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan tahun lalu dengan jumlah 1.157 binaan.
Ia menambahkan, Jakpreneur binaan aktif itu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan maupun sosialisasi mulai dari permodalan, QRIS, tata boga dan digital marketing.
Dinsos DKI Jakarta menargetkan ada 314 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dibina pada 2023.
Baca juga: Realisasi Pendapatan DKI Jakarta Naik Rp1,8 Triliun
“Tahun ini juga kami fokus agar Jakpreneur binaan semakin banyak yang masuk ke tahapan perizinan atau P4 dan pelaporan keuangan P6,” ujar Premi, di Jakarta, Jumat (6/1/2023).
Menurut Premi, UMKM binaan yang sudah memiliki usaha akan dikurasi untuk didampingi supaya memiliki legalitas seperti IUMK, sertifikat halal, izin edar, hak merek dan PIRT (sektor kuliner).
“Dari segi pelaporan keuangan, kami akan mendampingi binaan secara proaktif dalam mengelola keuangan usaha dengan tujuan mengetahui secara utuh omzet yang didapat didapatkan,” kata Premi.
Menurut Premi, pihaknya juga akan mendorong Jakpreneur bergabung dengan sistem e-order untuk membantu pemasaran produk mereka. Hingga saat ini sudah ada 35 binaan Jakpreneur Dinsos DKI Jakarta yang terdaftar dalam e-order.
Baca juga: Lampaui Target, Jakarta Selatan Gaet Investasi Rp53,59 Triliun
“Pemanfaatannya bila dipersentasekan sudah mencapai 100 persen dikarenakan pihak eksternal juga sudah memanfaatkan e-order binaan kita,” jelasnya.
Premi menambahkan, Suku Dinas Sosial di setiap wilayah juga mempromosikan para Jakpreneur kepada komunitas, asosiasi dan stakeholders untuk diikutsertakan pada setiap acara..
“Hal ini dilakukan untuk mendorong penjualan serta mengenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas,” tandasnya.
Sumber: CR-01
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


