
MAKASSAR, 1kata.com – Anggota polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) Fantry Taherong menjadi perhatian dalam upacara wisuda periode ke II, Universitas Muslim Indonesia (UMI), di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (23/10/2021).
Ketua Panitia Pelaksana Wisuda, Hanafi Ashad, mengungkapkan, kali ini mahasiswa peserta wisuda berasal dari program Strata 1, profesi, magister, dan doktor.
Pada wisuda kali ini, Kompol Fantry Taherong yang merupakan mahasiswa berprestasi dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) sempurna 4.0 dengan kualifikiasi Summa Cumlade.
Saat ini perwira polisi ini juga sedang menempuh pendidikan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) di Lembang.

Fantry Taherong maju sebagai perwakilan penerima penghargaan mahasiswa paling berprestasi dan memimpin pembacaan ikrar alumni UMI, pada sidang Tahrij Talabat yang dibuka Rektor UMI Prof H Basri Modding,
Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 yang sebelumya menyabet penghargaan dari Presiden, Kapolri sampai Kapolda ini, mengangkat disertasi berjudul “Hakikat Pertanggungjawaban Tindak Pidana Penyebaran Berita Hoax Melalui Media Sosial.”
Dalam penelitian disertasi ini, Fantry menyampaikan Novelty temuan bahwa penerapan restoratife justice dalam penyelesaian pertanggungjawaban pidana penyebaran berita bohong (hoax) merupakan konsep penyelesaian pidana dengan menggunakan jalur non penal yang bukan pembalasan terhadap perilaku.
Namun ditekankan kepada pemulihan keadaan terhadap korban sebelum tindakan kejahatan tersebut di lakukan.

Hal ini dengan maksud agar nama baik terlindungi dari stigma negatif di masyarakat.
“Sedangkan penyelesaian kasusnya dialihkan dari peradilan formal ke peradilan informal,” pungkas Fantry
Dalam sambutannya Rektor UMI mengucapkan terimakasih kepada panitia dan mahasiswa terutama yang berprestasi karena telah bersungguh-sungguh dalam proses belajar dalam perkuliahan.
Prof Basri menjelaskan, pada wisuda periode ke II ini UMI mewisuda 3.544 peserta dengan rincian 2.470 peserta S1, 559 peserta profesi, 367 peserta magister, 50 peserta doktor dan 93 peserta diploma 3.
Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


