
JAKARTA, 1kata.com – Kepolisian menempatkan pasukan gabungan sebanyak 3.286 personel untuk mengamankan empat lokasi demo Revisi UU Pilkada di Jakarta, yaitu di depan gedung DPR, Mahkamah Konstitusi (MK), Patung Kuda, hingga KPU RI.
“Terkait rencana penyampaian aspirasi dari berbagai elemen masyarakat yang akan dilaksanakan di depan DPR/MPR ini jajaran personel gabungan TNI Polri, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Jakarta Pusat, menyiagakan setidaknya sebanyak 3.200 personel,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) Kombes Susatyo Purnomo kepada wartawan di depan gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Ia menambahkan, personel keamanan akan disebar di empat titik demo, yaitu di Gedung DPR, di Patung Kuda, di MK, maupun di KPU RI.
Susatyo berharap aksi berjalan damai. Massa demonstran bisa menghargai masyarakat pengguna jalan yang lain.
“Tentunya kita berharap agar penyampaian aspirasi pada hari ini bisa berjalan aman dan lancar dan juga bisa memperhatikan hak pengguna jalan lainnya,” katanya.
Kapolres juga mengimbau para massa agar tidak membawa senjata tajam. Dia menyebut pihaknya akan terus mengedepankan tindakan humanis.
“Tentunya kami juga mengedepankan bahwa pengamanan aksi tidak menggunakan peluru tajam, termasuk senjata tajam, artinya pola pola humanis dan persuasif terus akan kami kembangkan dan jajaran perwira juga akan terus komunikasi intensif sejak awal kedatangan massa sampai nanti kegiatan berlangsung pada akhirnya,” ujarnya.
Baca juga:
- Operasi Patuh Jaya, Polisi Temukan 5.031 Pelanggaran di Hari Pertama
- Membaca Nyaring di Rumah Membangun Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak
Demo di DPR dan MK
Revisi UU Pilkada ditolak oleh berbagai elemen masyarakat. Partai Buruh hingga mahasiswa akan melakukan demo penolakan hari ini di DPR.
Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI, esok hari. Mereka mengatakan akan mengikutsertakan 5.000 massa untuk menanggapi langkah anggota DPR RI yang menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Pilkada.
“Untuk aksi besok kami akan mengawal sidang DPR RI paripurna di Baleg dalam rangka memantau, mungkin Baleg akan mengubah MK Nomor 60, tentu kami akan hadir bersama kawan-kawan buruh tani dan nelayan se-Jabar, DKI, dan Banten dan sebanyak sekitar 5.000-an massa, tapi mungkin lebih ya,” kata Sekjen Partai Buruh, Ferri Nuzarli, kepada wartawan di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) turut menggelar demonstrasi di depan gedung DPR RI, Kamis (22/8) hari ini. Mereka hendak mengawal putusan MK mengenai Pilkada.
Rencana aksi disampaikan BEM UI lewat akun Instagram-nya, Rabu (21/8). Mereka akan mulai beraksi pada pukul 09.00 WIB.
“Titik kumpul: Lapangan FISIP UI. Titik aksi: Gedung DPR RI,” tulis BEM UI dalam seruan aksi massa kawal putusan MK.
Demo juga dilakukan di Mahkamah Konstitusi. Eks Aktivis ’98 hingga para guru besar akan melakukan aksi penolakan RUU Pilkada di MK.
“Yang hadir itu adalah orang-orang yang telah tertera namanya di situ, nama-nama yang ada itu sudah kita konfirmasi,” kata aktivis ’98 Ray Rangkuti kepada wartawan, Rabu (21/8).
Penulis: CR-11
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


