
JAKARTA, 1kata.com – Presiden Prabowo Subianto melihat langsung pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan Polri sebanyak total 2,1 ton, di Banten, Kamis (30/10/2025) dini hari.
Kehadiran Prabowo ini, menurut pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan, menunjukkan keseriusan dan pembuktian komitmennya dalam melawan ganasnya penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
“Ini pesan kuat kepada publik bahwa negara tidak akan berdiam diri menghadapi kejahatan narkotika,” kata Iwan.
Ia menambahkan, kehadiran Prabowo ini menjadi simbol satu tahun pemerintahan yang tidak hanya berbicara soal kebijakan, tapi membuktikan tindakan nyata untuk melindungi rakyat dari ancaman narkoba yang menggerogoti masa depan bangsa.
Sebelumnya, Bareskrim Polri memusnahkan total 2,1 ton barang bukti narkotika dari berbagai jenis di fasilitas PT Wastec Internasional, Kota Cilegon, Banten, Kamis.
Menurut Kasubdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Audie Camry Wibisono, di lokasi pemusnahan, ini merupakan bagian dari barang bukti yang disita dalam periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.
Audie merinci, barang bukti yang dimusnahkan pada kesempatan tersebut terdiri dari 1,33 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, 608.095 gram ganja, dan 18,4 kilogram tembakau gorila.
Selain itu, turut dimusnahkan 1,1 kilogram heroin, 2.356 gram ketamin, 12.429 mililiter etominate, 7.993 butir Happy Five, 27.851 gram Happy Water, dan 5.531 gram THJ.
Pemusnahan tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari pemusnahan simbolis yang telah dilakukan oleh Presiden RI pada pagi harinya.
”Pemusnahan tadi pagi (bersifat) simbolis dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Dan malam ini, kita menghabiskan seluruh yang tadi pagi sudah diizinkan oleh Bapak Presiden untuk dimusnahkan,” jelasnya.
Audie menjelaskan bahwa 2,1 ton narkotika yang dimusnahkan itu merupakan sebagian kecil dari total sitaan Bareskrim Polri dan Polda jajaran selama satu tahun terakhir.
Penulis: CR-21
Editor: m.hasyim
Foto: antara


