
JAKARTA, 1kata.com – Pengamat ketahanan nasional yang juga peneliti utama Kemdikbud Prof Iskandar Agung menilai perlu dilakukan penanaman-penanaman mengenai Pancasila kembali. Agar Pancasila tidak terhapus dari ingatan rakyat Indonesia.
“Pemerintah harus bisa mencari bentuk penanaman Pancasila yang sesuai dengan keadaan saat ini. Bukan penataran P4 yang sifatnya lebih mendoktrinasi,” kata Prof Iskandar Agung, kepada Suara Karya di Jakarta, Senin (22/2/2016).
Ia menambahkan, kalau zaman dulu penataran P4 menjadi sebuah doktrinasi yang lebih mengedepankan hafalan tentang Pancasila. “Dokrin itu saat ini sudah tidak tepat. Karena keadaan politik masa itu dan saat ini juga berbeda,” katanya.
Keberadaan Pancasila, lanjutnya, tidak akan pernah bisa hilang dari tata kehidupan masyarakat dan berbangsa di Indonesia. Karena semua masyarakat Indonesia menganut agama dan memiliki ikatan sosial. Selain itu, dalam kehidupannya masyarakat juga mementingkan kesatuan dan keadilan, sopan santun dan gotong royong.
Dalam politik pemerintahan, tambah Prof Iskandar Agung, di Indonesia juga masih menganut sistem perwakilan di dalam parlemen. “Yang menjadi masalah adalah saat kedaulatan di tangan rakyat, melalui perwakilan DPR, ternyata DPR ada yang bertindak sesuai harapan dan tidak sesuai harapan rakyat,” katanya.
Dampaknya, masyarakat sering kali ikut terpecah saat ada “perkelahian politik” semacam itu. Bahkan ada kalangan tertentu yang menjadi kelompok pendukung dan berlawanan. “Jika ini dibiarkan berlarut-larut, negara akan semakin kacau, tatanan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila semakin memudar,” tambahnya.
Karena itu, ikatan-ikatan yang sudah ada di dalam Pancasila seperti persatuan suku-suku dan budaya, harus kembali diingatkan. Menurutnya, tidak ada salahnya mengingatkan masyarakat dan pejabat negara yang lupa akan akan Pancasila.
Sumber: CR-02 | editor: m.hasyim


