Jangan Terprovokasi SMS dan Medsos Soal Tolikara

JAKARTA, 1kata.com – Masyarakat Indonesia diminta tidak terpengaruh isu-isu melalui media sosial maupun pesan singkat (SMS) terkait provokasi insiden kekerasan di Tolikara, Papua. Karena isu-isu itu sifatnya provokatif.

“Dalam situasi seperti ini, masyarakat jangan terpancing isu-isu yang berkembang dalam media sosial atau SMS terkait insiden Tolikara yang sifatnya provokatif,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan, di Jakarta, Minggu (26/7/2015).

Menurut Anton, Mabes Polri menerima laporan bahwa 70-80 persen isu tak bertanggung jawab dimunculkan untuk semakin memperkeruh suasana sehingga diharapkan tak ada masyarakat maupun kelompok yang terpancing. “Jangan sampai terpancing dengan hal-hal yang demikian. Di Indonesia sekarang kerukunan umat beragamanya sudah sangat baik,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah sudah menangani insiden kekerasan di Tolikara, termasuk menangkap dua tersangka yang diduga menjadi pelaku kekerasan saat kejadian 17 Juli 2015. “Rekonstruksi sudah dilakukan, penegakan hukum sedang berjalan dan hasilnya tinggal menunggu waktu,” ucapnya.

“Seperti yang dikatakan Kapolri Jenderal Badrotin haiti, masyarakat di Tanah Air tidak bereaksi terhadap kasus ini, meski kejadian tersebut sangat disesalkan oleh berbagai pihak. Selain itu, jangan menanggapinya berlebihan dan ikut emosional, bahkan sampai main hakim sendiri. Pemerintah dan hukum sedang menanganinya,” katanya.

Sumber: CR-01 || editor: m. hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below