Islam Indonesia Tidak Suka Balas Dendam

JAKARTA, 1kata.com – Pengamat ketahanan nasional Prof Iskandar Agung mengungkapkan, kasus penyerangan umat Islam saat Idul Fitri 2015 di Tolikara, akan menjadi barometer persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi kerukunan antar umat beragama.

“Aksi itu bisa diredam aparat kepolisian dan tidak muncul aksi serangan balasan. Ini sebuah kedewasaan dalam berbangsa dan bertoleransi,” kata Prof Iskandar Agung, di Jakata, Selasa (21/7/2015).

Selain itu, sikap ini juga akan bisa menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam di Indonesia mampu menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat dan masyarakat Indonesia bukan merupakan masyarakat yang suka mengedepankan saling balas dendam.

Karena itu, Prof Iskandar mengajak semua kalangan agar bisa menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang benar-benar solid, tidak mudah diadu domba dan dipecah belah.

“Ada skenario asing untuk memecah belah Indonesia melalui adu domba dan perang antar agama. Namun upaya asing akan gagal kalau umat beragama di Indonesia bisa bersatu,” kata Prof Iskandar.

Sebagai bangsa yang besar, lanjut Prof Iskandar, kita harus menunjukkan rasa toleransi serta lebih memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa di negara tanpa ada lagi sekat mayoritas dan minoritas.

“Mari kita tunjukan bahwa inilah bangsa Indonesia, bangsa yang besar dan bangsa yang telah tumbuh dengan penuh kedewasaan,” kata Prof Iskandar Agung.

Sumber: CR-07 || editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below