
BENGKULU, 1kata.com – Wakil Ketua Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi Kadin Provinsi Bengkulu, Marwan S Ramis, meminta masyarakat tidak cemas terhadap serbuan pekerja asing karena pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun ini.
“Pada umumnya masyarakat mencemaskan dengan adanya MEA yang mengakibatkan lapangan kerja di Indonesia akan didominasi pekerja asing. Jangan cemaskan itu, malahan negara lain yang lebih cemas dari kita,” kata Marwan S Ramis di Bengkulu, Kamis (4/2/2016).
Negara di ASEAN lainnya, kata Marwan, juga membutuhkan tenaga kerja, sementara jumlah penduduk mereka lebih sedikit dari kebutuhan tenaga kerja yang ada. “Sementara kita menumpuk, contohnya, tenaga perawat kita yang wisuda setiap tahun dan memiliki sertifikat, menyerbu negara mereka,” katanya.
Marwan menjelaskan MEA sebenarnya memberikan keuntungan besar bagi masyarakat, hanya saja perlu sejumlah persyaratan untuk ikut di ajang tersebut.
“Saya punya rekan kerja di Singapura, dia punya perusahaan konstruksi, namun bahan bangunan untuk konstruksi seperti batu bata dibeli di Batam. Dari sana bisa kita lihat, bahkan pengusaha mikro saja bisa berpartisipasi,” kata dia.
Peluang seperti itu hendaknya segera dimanfaatkan masyarakat agar pengusaha rumahan maupun usaha mikro kecil dan menengah juga bisa bersaing di MEA. “Bayangkan keuntungannya, seperti masyarakat kita yang memiliki usaha batu bata bisa memenuhi kebutuhan untuk negara lain,” ucapnya.
Sumber: CR-22 | editor: m.hasyim


