
JAKARTA, 1kata.com – Informasi kemampuan obat herbal produksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Tolak Angin cair, yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan berbagai virus, dibenarkan kalangan penelitii.
Ketua Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip), Semarang, Prof. dr. Edi Dharmana, MSc. PhD, mengatakan pada tahun 2007, lembaga yang dipimpinnya mengadakan uji khasiat terhadap obat herbal produksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Tolak Angin cair.
Hasilnya, Tolak Angin cair bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh usai mengkonsumsi Tolak Angin, lanjutnya, disebabkan oleh bertambahnya sel T (sel darah putih). Kandungan pada Tolak Angin juga mampu meningkatkan fungsi fagositosis makrofag.
“Sel T sangat penting untuk ketahanan tubuh terhadap penyakit,” kata Edi Dharmana, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).
Ia menambahkan, secara umum, sel T merupakan kelompok sel darah putih yang akan menyerang virus.
Edi menyatakan, sebelum vaksin dan obat untuk Covid-19 ditemukan, masyarakat dapat mengkonsumsi Tolak Angin dua kali sehari untuk meningkatkan sel T.
Langkah ini, lanjut Edi, tentunya harus disertai dengan menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak fisik, serta mengenakan masker ketika berada di luar rumah.
“Dulu saya sering infeksi tenggorokan kronis atau faringitis dan sering meriang. Saya minum Tolak Angin dan juga permen Tolak Angin. Hasilnya sembuh dan faringitis saya jarang kambuh,” ungkap Edi.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan perusahaan saat ini masih harus melaksanakan penelitian spesifik mengenai khasiat Tolak Angin untuk mencegah infeksi virus corona.
“Kami akan melanjutkan penelitian Tolak Angin untuk membuktikan apakah Tolak Angin juga bermanfaat untuk ketahanan tubuh terhadap Covid-19 dan virus-virus yang lain,” kata Irwan.
Sebagai informasi, Tolak Angin cair merupakan obat herbal yang mengandung adas, jahe, daun mint, daun cengkeh, kayu manis, daun ules, serta madu. Obat herbal ini pertama kali diformulasikan pada tahun 1930.
Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


