
JAKARTA, 1kata.com – Praktik aborsi dokter Jabat di klinik Bekasi Medical Centre, Jalan Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, banyak diminati karena harganya terjangkau. Paket lengkap hanya Rp 3 juta.
Tempat praktek aborsi ini, kini ditutup oleh polisi setelah terbongkar tindakan melawan hukumnya. Polisi juga sudah meminta keterangan dokter dan pengelola klinik.
“Sebelum memilih klinik milik dr Jabat, saya dan keluarga sebenarnya sudah mendatangi beberapa lokasi. Namun, kami terpincut di klinik ini karena biayanya murah,” kata Bunga, bukan nama sebenarnya, yang juga pernah melakukan aborsi di klinik itu, saat ditemui di Bekasi, Sabtu (30/4/2016).
Bunga melakukan aborsi karena dia hamil sebelum menikah. Dia dan orang tuanya tidak mau menanggung malu. Sehingga dipilihlah jalur aborsi sebelum aib kehamilan itu diketahui tetangga.
Bunga menceritakan, dokter Jabat mengaborsi benar-benar mengerikan. Dia hanya memakai bius lokal dan tidak menyuntiknya. “Pertama di-USG, terus langsung ke ruang aborsi. Lalu dibius lokal, enggak disuntik, cuma kayak dimasukin sesuatu ke lubang anus,” katanya.
Selanjutnya, dokter memasukkan obat penghancur janin ke kemaluan. Kemudian menunggu beberapa menit sampai janin di dalam rahim hancur. “Habis itu disedot pakai alat sambil di-USG, jadi kelihatan apakah sudah bersih atau belum. Prosesnya cepat. Nnggak sampai lima menit,” cerita Bunga.
Usai disedot, dokter lalu membersihkan rahim dengan alat seadanya, seperti cocor bebek untuk membuka kemaluan. Pembersihan dilakukan sampai benar-benar bersih. “Pendarahannya itu mungkin karena pakai sendok, terkena dinding rahim,” katanya.
Usai aborsi, Bunga mengaku diberi obat penghilang rasa sakit serta antibiotik. Setelah sebulan, menstruasi kembali normal lagi seperti biasa. Menstruasi itulah yang benar-benar bisa membersihkan secara alami kandungan.
Meski berhasil melakukan aborsi, Bunga tetap merasa menyesal dengan tindakan dilakukannya. Tiap hari, peristiwa aborsi dialaminya menjadi mimpi buruk.
“Sampai sekarang jadi beban psikis buat gue, keinget terus, kayak orang gila kalau inget, nyesel,” terang Bunga.
Sumber: CR-04 | editor: m.hasyim


