87 Mahasiswa Dirawat Akibat Ricuh Demo DPRD Jabar

BANDUNG, 1kata.com – Aksi demo ricuh yang melibatkan seribuan mahasiswa se-Bandung Raya menolak revisi UU KPK dan UU KUHP, di Gedung DPRD Jabar, Senin (23/9) malam hingga Selasa (24/9), menimbulan korban luka-luka.

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Bandung, sebanyak 87 mahasiswa mendapatkan perawatan medis karena menjadi korban dalam aksi yang berujung ricuh tersebut.

Menyikapi hal ini, Gubernur Jabar M Ridwan Kamil atau Emil menyatakan rasa keprihatinnya.

“Saya turut prihatin atas adanya korban, mudah-mudahan bisa pulih lagi. Simpati dari saya dan mari kita sama-sama instropeksi tidak ada hal-hal yang tidak bisa didiskusikan,” kata Gubernur Emil ketika dimintai pendapatan soal demo tersebut, di Gedung Sate Bandung, Selasa (24/9/2019).

Emil mengatakan pihaknya sangat memahami aspirasi dan dinamika yang hadir dan beredar dari para mahasiswa tersebut.

“Karena banyak hal-hal yang perlu dialog sebelumnya, mungkin ruang dialog itu tak maksimal sudah keburu ada keputusan. Jadi menurut saya perbanyak kembalikan ke dialog khususnya dari pemerintah pusat yang mengambil keputusan,” katanya.

Menurutnya, melakukan aksi demontrasi atau unjuk rasa itu diperbolehkan secara aturan tapi harus mematuhi aturan yang berlaku.

“Silakan unjuk rasa tapi ada catatannya dua, kalau waktunya sudah berakhir mohon tertib membubarkan diri itu jam 18.00 WIB. Sampaikan dengan cara yang baik karena kita manusia komunikasi, tinggal disampaikan saja kan begitu,” katanya.

Sumber: CR-09
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below