
CIANJUR, 1kata.com – Anggota Pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR RI Deding Ishak mengajak semua pihak untuk mempererat tali persatuan dan persaudaraan sebagai anak bangsa.
Ini penting sebab menjelang Pemilu 2019 ini perpecahan di kalangan masyarakat semakin memprihatinkan.
“Oleh sebab itulah saya mengajak kita semua untuk ikut membantu meningkatkan tali silaturahmi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah persatuan bangsa,” kata Deding saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor DPD Golkar Cianjur, di Cianjur, Jawa Barat, pekan lalu.
Menurut Deding, persatuan bangsa harus senantiasa dijaga sebab merupakan amanat dari para pendiri bangsa yang diwariskan kepada generasi saat ini.
Dia menekankan, masalah perbedaan bukanlah hal yang harus dipertentangkan sebab perbedaan itu juga sudah ada sejak Indonesia berdiri.
“Kalau masalah perbedaan sejak Negara ini belum merdeka juga sudah ada. Tetapi para pendiri bangsa kan sudah memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan melainkan dipadukan menjadi energi yang bisa menyatukan dan memajukan bangsa ini,” katanya.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga menilai bangsa Indonesia memiliki akar budaya gotong royong yang kuat dalam menjaga kebersamaan.
“Indonesia itu dibangun dengan nilai-nilai gotong royong, bukan nilai-nilai individualisme seperti yang diterapkan di Negara-negara Eropa,” ujarnya.
Menurut Deding yang juga Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Indonesia (MDI ini, hal penting yang tidak boleh dilupakan dari budaya Indonesia adalah silaturahmi.
Indonesia memiliki budaya silaturahmi alias saling kunjung-mengunjungi antar keluarga, teman dan sanak-family.
Budaya ini dia nilai penting untuk dirawat karena akan menjadi modal dalam menghindari perbedaan dan pertentangan di antara anak bangsa.
“Bahkan silaturahmi ini juga diajarkan dalam Islam, di mana silaturahmi dicontohkan Rasulullah SAW sebab bisa mendatangkan rezeki, memperpanjang usia dan menghapus dosa,” katanya.
Dengan modal dasar seperti itulah dia berharap ancaman perpecahan atau permusuhan antar-anak bangsa bisa diredam dan sebaliknya diubah menjadi energi besar untuk memajukan bangsa ini.
“Sebab cita-cita para pendiri bangsa untuk menyatukan dan memerdekakan bangsa ini adalah memajukan kesejahteraan umum,” demikian Deding Ishak.


