Naik Tipis, APBN DKI Jakarta Bukukan Pendapatan Rp1.779 Triliun

Foto: IDN Times

JAKARTA, 1kata.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) DKI Jakarta hingga akhir Desember 2023 tercatat sebesar Rp1.779,42 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 8,44 persen dibandingkan tahun 2022.

Capaian pendapatan negara ini melampaui target sebesar 122,42 persen, meskipun belanjanya hanya mencapai 91,68 persen dari pagu.

“Sedangkan belanja negara yang terealisasi sebesar Rp666,17 triliun, pertumbuhannya turun 3,85 persen dibandingkan tahun 2022,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan DKI Jakarta, Mei Ling, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (23/1/2024).

Menurut Mei Ling, kinerja belanja menurun karena belanja kementerian/lembaga mengalami normalisasi, setelah mencapai puncaknya untuk penanganan pandemi Covid-19.

Belanja K/L hingga akhir Desember 2023 tercatat sebesar Rp639,08 triliun, sementara di tahun sebelumnya mencapai Rp671,93 triliun.

Sedangkan dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan menjadi penopang utama. Penerimaan pajak regional DKI Jakarta hingga akhir tahun 2023 tercatat sebesar Rp1.356,02 triliun, melampui target hingga 116,06 persen dalam APBN 2023.

“Secara tahunan penerimaan pajak tumbuh 7,84 persen ditopang oleh terakselerasinya perekonomian Jakarta. Kontribusi pajak terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas sebesar Rp712,19 triliun,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jakarta Pusat Eddy Wahyudi.

Penerimaan pajak tahun 2023 tumbuh positif terutama didukung oleh pertumbuhan positif sektor perdagangan. Terutama dari subsektor perdagangan besar serta dari perdagangan eceran (bukan mobil dan motor).

Sumber penerimaan perpajakan lainnya adalah kepabeanan dan cukai sebesar Rp23,91 triliun, capaiannya hanya 91,53 persen dari target APBN 2023. Penerimaan dari bea masuk dan bea keluar menurun, sedangkan penerimaan cukainya meningkat 24,17 persen secara tahunan menjadi Rp655,87 miliar.

“Pendapatan cukai mengalami kenaikan karena naiknya pendapatan dari cukai minuman mengandung ethyl alcohol. Bea masuk menurun karena penurunan aktivitas impor, sedangkan bea keluar menurun karena penurunan harga komoditas utamanya minyak sawit mentah (CPO),” kata Kepala Bidang Perbendaharaan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok, Andi Hermawan.

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak, capaiannya hingga 31 Desember 2023 sebesar Rp413,39 triliun. Angka tersebut melampaui target dalam APBN 2023 hingga 145,45 persen.

Kinerja APBN Regional DKI Jakarta yang positif sepanjang tahun 2023, tidak lepas perkembangan ekonomi DKI Jakarta yang meningkat. Di antaranya terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di zona optimis (139,5), dan terkendalinya inflasi di level 2,28 persen.

Penulis: CR-13
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below