BPBD: Cianjur Selatan Rawan Bencana

CIANJUR, 1kata.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat sebanyak 61 peristiwa bencana alam terjadi di Cianjur selama periode 2017.

“Bencana alam itu seperti longsor, banjir dan pergerakan tanah,” kata kata Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman, di Cianjur, Senin (16/10/2017).

Berdasarkan data BPBD Cianjur, lanjutnya, peristiwa bencana alam longsor paling banyak terjadi dengan 19 kejadian, pergerakan tanah 12 kejadian, puting beliung empat kejadian, banjir tiga kejadian, ditambah bencana lainnya seperti kebakaran.

“Bencana alam paling tinggi terjadi di bulan Maret sebanyak 16 kejadian dan Februari 13 kejadian. Berbagai upaya telah dilakukan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Asep Suparman.

Jumlah tersebut, lanjutnya, belum ditambah dengan bencana yang terjadi bulan Oktober. Karena banyak bencana yang terjadi sejak dua pekan terakhir dan hampir setiap hari terjadi di sejumlah wilayah terutama selatan.

Ia menambahkan, masuknya musim penghujan, diperkirakan akan memperpanjang catatan bencana yang terjadi.

“Minggu ini lima kecamatan di selatan ditimpa bencana alam longsor dan pergerakan tanah. Kemungkinan jumlah wilayah yang terkana akan terus bertambah,” katanya.

Dia menuturkan, wilayah Cianjur selatan, merupakan zona merah bencana alam dan sejak beberapa pekan terakhir paling sering terjadi bencana.

Sehingga pihaknya mengimbau warga agar segera mengungsi ketika melihat tanda-tanda alam akan terjadi bencana.

Sumber:CR-08 | editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below