
JAKARTA, 1kata.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, menilai, saat ini yang dibutuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukan hanya penurunan bunga. Namun juga kemudahan akses juga menjadi hal yang penting.
“Kita senang dan mendukung bunga UMKM turun tapi aksesnya juga harus mudah,” kata Muliaman D Hadad, di Jakarta, Rabu (25/11).
Makanya, lanjut Muliaman, kita perlu perluasan aksesnya juga. “Jadi ada dua PR (pekerjaan rumah) kita. Pertama, akses dan kedua, bunga turun,” katanya.
Ia menuturkan perluasan akses keuangan diperlukan untuk mendorong efisiensi bank dalam menyalurkan kredit sehingga bunga yang diberikan kepada nasabah bisa lebih murah.
Regulator sendiri kini telah berupaya untuk memperluas akses keuangan melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
“Kita punya peran masing-masing, Pak Agus (Gubernur BI) punya peran dan saya punya peran. Peran saya mendorong efisiensi agar kemudian bunga bisa murah dan lebih kondusif. Caranya kita ingin melibatkan industri penjaminan,” kata Muliaman.
Ia menambahkan, OJK juga ingin membuka ruang penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) melalui skema linkage atau keterkaitan, yang melibatkan perbankan dengan institusi keuangan lain seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR), koperasi, maupun perusahaan pembiayaan.
Sumber: CR-02 || editor: m.hasyim


