
JAKARTA, 1kata.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, mengatakan, Indonesia menunjukkan komitmen tinggi melakukan berbagai kebijakan untuk memenuhi tujuan konvensi yang telah diratifikasi.
Ia mencontohkan, Indonesia merupakan salah satu dari 39 negara yang meningkatkan ambisi Nationally Determined Contribution (NDC) melalui Enhanced NDC.
“Hal ini ditandai dengan peningkatan target penurunan emisi GRK Indonesia dengan kemampuan sendiri menjadi 31,89 persen dan target dengan dukungan internasional menjadi 43,20 persen,” kata Alue Dohong, saat membuka Workshop Global Environment Facility-8 (GEF-8) Regional Asia dan Pasifik di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/1/2023).
Baca juga: Periode 2015-2022, KLHK: Terjadi 1.051 Konflik Lahan, 324 Berhasil Ditangani
Ia menambahkan, Indonesia akan menyerahkan NDC kedua pada tahun 2024, yang mencakup penurunan bertahap penggunaan batu bara dalam kerangka transisi energi yang adil, potensi kapasitas penyerapan karbon biru, dan pengurangan HFC.

“Untuk mencapai target iklim nasional, Indonesia juga telah memiliki target dan koridor khusus melalui FOLU Net Sink 2030 Indonesia dan rencana operasionalnya,” katanya.
Menurutnya, Folu Net Sink 2030 mencakup banyak aspek, antara lain pengendalian kebakaran hutan; pengelolaan hutan lestari; rehabilitasi hutan dan lahan untuk penyerapan karbon, terutama di hutan mangrove dan lahan gambut; serta konservasi keanekaragaman hayati.
Begitu juga komitmen Indonesia akan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati. Indonesia mendukung adanya peran dan tanggung jawab dalam melindungi keanekaragaman hayati di antara elemen masyarakat dengan menegakkan prinsip common but differentiated responsibility (CBDR).
Sumber: joko
Editor: m.hasyim
Foto: Humas KLHK


