DPD Usulkan Pilkada Dibiayai APBN

PALANGKARAYA, 1kata.com – Komite I DPD RI telah membuat usulan secara resmi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) di seluruh Indonesia sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pembiayaan langsung ditanggung APBN tersebut sebagai salah satu upaya memperlancar proses penganggaran dalam kerja-kerja penyelenggaraan pilkada di seluruh Indonesia.

“Usulan itu memang saya yang sampaikan dalam rapat Komite I dengan KPU dan Bawaslu secara terpisah di hari yang sama. Harapannya usulan itu dapat ditindaklanjuti sebagai sebuah langkah perbaikan manajemen Pilkada di masa mendatang,” kata Anggota Komite I DPD RI Agustin Teras Narang, di Palangka Raya, Kalteng, Selasa (19/1/2021).

Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah ini tu pun mengapresiasi kerja keras dari penyelenggara pilkada di seluruh Indonesia, terkhusus KPUD dan Bawaslu yang ada di Provinsi Kalteng.

Sebab, sekalipun ada beberapa catatan perbaikan, secara penyelenggara Pilkada di Kalteng telah berhasil memberikan dedikasi-nya bagi perbaikan demokrasi di daerah.

Dia mengatakan, pada Pilkada Serentak 2020 di Kalteng tingkat partisipasi cukup baik, meski tak memenuhi target partisipasi 77.5 persen. Pilkada 2020 di Kalteng mengalami perbaikan tingkat partisipasi dari 52,27 persen pada 2016, menjadi 61,95 persen atau hampir 10 persen kenaikan.

“Informasi yang saya terima, terdapat sekitar 1,6 juta pemilih di Provinsi Kalteng menunaikan hak demokrasi-nya. Dengan kondisi pandemik yang meluas, angka ini cukup baik menopang proses demokrasi di daerah,” tutur Teras.

Selanjutnya atas usulan dari KPUD dan Bawaslu Kalteng, Teras juga menyampaikan catatan perbaikan kepada KPU dan Bawaslu RI. Pertama agar di masa depan, pemilihan tidak digelar antara Oktober dan Maret karena kesulitan geografis, iklim dan infrastruktur menyulitkan penyelenggara Pilkada.

Kemudian diusulkan pula berkenaan dengan Kampanye agar ke depan dapat mengadopsi model kampanye di masa pandemik yang memanfaatkan penggunaan teknologi komunikasi dan sosial media. Hal ini dinilai berdampak pada kondusif-nya situasi keamanan di daerah.

Sumber: CR-04
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below