
JAKARTA, 1kata.com – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) saat perayaan deklarasi “Negara Papua Barat”, ricuh. Polisi membubarkan paksa aksi ini karena mereka tidak memberitahukan akan ada aksi unjuk rasa.
Pembubaran paksa dilakukan, karena aksi massa ini memacetkan lalulintas. Akibat pembubaran paksa aksi ini, sebanyak tiga orang anggota polisi dianiaya pengunjuk rasa di beberapa lokasi.
“Ketiga anggota polisi mengalami luka saat menghadang aksi demo AMP tanpa pemberitahuan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal di Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Iqbal mengatakan massa AMP berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat.
Iqbal menyebutkan ketiga polisi yang terluka akibat penganiayaan yakni Kepala Unit Intelkam Polsek Kelapa Dua Tangerang Inspektur Satu Habib dan Brigadir Polisi Wiwit.
Kedua anggota Polsek Kelapa Dua itu dianiaya puluhan mahasiswa STKIP Surya asal Papua saat mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-15807 Jalan Raya Gading Serpong Kav 4/1 Pakulonan Barat, Kelapa Dua Tangerang Banten.
Kemudian seorang anggota Polres Metro Jakarta Pusat Aiptu Purwanto dianiaya mahasiswa asal Papua saat membubarkan paksa unjuk rasa di dekat Menara BCA Bundaran HI.
Iqbal menambahkan pihaknya mengamankan sejumlah mahasiswa yang diduga terlibat penganiayaan terhadap tiga polisi guna diproses lebih lanjut.
Sumber: CR-03 || editor: m.hasyim


