Polri: Permintaan Rp 7 Miliar Irjen Napoleon Buat Petinggi Tak Ada dalam BAP

Awi Setiyono

JAKARTA, SENAYAPOST.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan keterangan Irjen Napoleon Bonaparte yang menyebut meminta jatah Rp7 miliar untuk disisihkan kepada ‘petinggi’ Polri dalam kasus Djoko Tjandra, tidak ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Keterangan Napoleon itu sebelumnya disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang pembacaan dakwaan kasus suap untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian orang (DPO) di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Senin (2/11) kemarin.

Awi Setiyono mengatakan, keterangan Napoleon itu tak ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat proses penyidikan.

“Sudah saya konfirmasi kepada penyidik, tidak ada di dalam BAP. Jadi pengakuan yang bersangkutan (diungkap) di persidangan ya silakan, itu kan fakta persidangan,” kata Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2020).

“Jadi yang bersangkutan enggak ngaku dari awal,” tambah dia.

Jika keterangan itu diperoleh penyidik sejak proses pemeriksaan, Awi memastikan, pihaknya bakal langsung mendalami keterangan tersebut.

Namun Napoleon tidak mengakui hal itu saat masih berstatus tersangka dan memilih untuk mengungkapkannya selama persidangan.

“Bagaimana kelanjutannya, tentu nanti kita sama-sama lihat. Ini kan baru awal,” ucap Awi.

Pengakuan itu, lanjut Awi, akan menjadi catatan bagi penyidik untuk mengembangkan kasus tersebut.

Meski demikian, Awi belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait proses penyidikan perkara yang telah disidangkan itu.

“Pasti kan penyidik akan mengejar keterkaitan kesaksian dari saksi-saksi yang lain, maupun jawaban-jawaban dari tersangka sendiri. Pasti akan dikejar itu,” pungkas dia.

Sebagai informasi, Napoleon didakwa menerima suap sebesar kurang lebih Rp6 miliar dari terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra untuk menghapus nama dari daftar buronan.

Napoleon disebut menolak menerima saat dua terdakwa lain, Brigjen Prasetijo Utomo dan orang kepercayaan Djoko Tjandra, Tommy Sumardi mengantarkan uang US$50 ribu atau sekitar Rp700 juta.

“Terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte dengan mengatakan ‘Ini apaan nih segini, nggak mau saya. Naik ji jadi 7 (tujuh) ji soalnya kan buat depan juga, bukan buat saya sendiri. Yang nempatin saya kan beliau, dan berkata ‘petinggi kita ini’,” tutur jaksa menirukan ucapan Napoleon saat sidang pembacaan surat dakwaan.

Dalam dakwaan, Napoleon disebut menerima suap dari Djoko Tjandra secara bertahap.

Brigjen Prasetijo juga didakwa menerima US$150 ribu. Kedua jenderal polisi itu didakwa dalam berkas perkara terpisah.

Sumber: CR-01
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below