Menhan: Perang Itu Gampang, yang Sudah Selamatkan Orang

JAKARTA, 1kata.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan bahwa operasi militer sangat berisiko, meskipun dilakukan oleh prajurit berpengalaman.

“Terlebih lagi, saat ini 10.000 pasukan Filipina telah dikerahkan untuk menumpas gerakan separatis Abu Sayyaf di Kepulauan Sulu, selatan Filipina, sehingga dikhawatirkan intervensi militer asing justru mengacaukan situasi di lapangan,” kata Menhan dalam acara silaturahim dengan wartawan media massa di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Ia menambahkan, perang itu gampang, namun menyelamatkan orang yang sulit. Untuk itu, pihaknya akan bertemu dengan menteri pertahanan Filipina dan Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis (21/7/2016), guna membahas pelaksanaan operasi militer serta kerja sama keamanan trilateral, khususnya untuk jalur perdagangan laut.

Jika pemerintah Filipina menyetujui pelaksanaan operasi militer Indonesia untuk membebaskan sandera WNI di Kepulauan Sulu, lanjut Menhan Ryamizard Ryacudu, maka operasi tersebut akan dipimpin oleh angkatan bersenjata Filipina.

“Kalau kita mengejar orang di negara lain, maka negara itu yang jadi pimpinannya. Kita harus mengikuti komando mereka, dalam hal ini Filipina,” katanya.

Sumber: CR-05 | editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below