Hobi Minum Miras, Disinyalir Satpol PP Makassar Banyak Preman

MAKASSAR, 1kata.com – Peristiwa berdarah pada malam minggu kemarin (7/8/16) yang menewaskan seorang bintara remaja anggota Polrestabes Makassar akibat penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol PP Makassar makin memperlihatkan tindakannya tersebut layaknya segerombolan preman.

Indah Puspasari, salah seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Makassar, Selasa (9/8/2016), mengungkapkan, menelaah kembali tugas dan tanggung jawab Satpol PP yang diatur di PP Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Pasal 28 yang mengatakan tentang kerjasama dan koordinasi Satpol PP.

Pada ayat (1) menjelaskan Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya dapat meminta bantuan dan/atau bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau lembaga lainnya.

Merujuk hal tersebut sudah sepantasnya sebagai penegak Perda Kota Makassar untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kepolisian setempat sebagai ujung tombak pemelihara keamanan, bukan bertindak sewenang-wenang layaknya preman.
Kejadian yang menewaskan Bripda Michael Abraham Rieuwpassa adalah salah satu bentuk tindakan premanisme.

Menelisik kembali insiden di Balai Kota Makassar pada Sabtu lalu, bermula akibat terjadinya kesalahpahaman antara anggota Patmor Polrestabes Makassar dan aparat Pamong Praja di Anjungan Pantai Losari.

Dimana, saat itu anggota patmor sedang tugas patroli, namun dari Pamong Praja melarang anggota patmor untuk masuk ke dalam anjungan Pantai Losari hingga terjadi cekcok dan berujung pengeroyokan kepada anggota Patmor. Saat itu situasi kondusif, anggota Patmor kemudian menyelesaikan melalui jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Makassar.

Beberapa jam kemudian terjadi aksi lemparan batu dari arah Balaikota Makassar, sehingga hal tersebut mengundang perhatian anggota Polisi yang berjaga di Polrestabes Makassar, yang lokasinya berhadapan langsung dengan kantor Balaikota Makassar.

Akibat insiden di kantor Balaikota tersebut, 1 anggota polisi meninggal dunia, dan 5 lainnya terluka. Sementara dari pihak anggota Pamong Praja 7 orang yang mengalami luka-luka.

Sumber: CR-09 | editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below