Bangunan Tembok Roboh, 4 Pekerja Tewas

CIANJUR, 1kata.com – Tembok bangunan milik peternakan ayam setinggi 12 meter di Kampung Cimumput, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, menimpa 4 pekerja hingga tewas. Tembok roboh diduga akibat pondasi tembok yang menyalahi aturan, Selasa (4/8/2015).

Keempat korban yang tewas, Ulo (45), Mulyana (36), Omay (65) dan Uloh (38), merupakan warga Kecamatan Mande, saat itu, tengah menyelesaikan pekerjaan membangun tembok pembatas peternakan di bagian luar.

Selang beberapa saat melakukan pekerjaanya, tiba-tiba tembok yang tengah mereka bangun ambruk dan langsung menimpa keempat orang pekerja tersebut. Mendapati hal tersebut enam orang pekerja lainnya, berusaha mengevakuasi rekan kerjannya yang tertimbu reruntuhan.

“Kami tidak menyangka kalau tembok akan runtuh dan menimpa rekan kerja kami di bagian luar peternakan. Kejadiannya tiba-tiba, namun saat berhasil dievakuasi keempat rekan kerja kami sudah tidak bernyawa dengan luka mengenaskan di sekujur tubuhnya,” kata Bono (62), saksi mata yang masih kerabat korban Uloh.

Pihaknya menduga ambruknya tembok setinggi 12 meter itu, akibat pondasi penyangga yang tidak kuat, sehingga sempat dikeluhkan pekerja yang selama satu tahun terkahir telah bekerja membangun sejumlah bangunan dan tembok pembatas di peternakan itu.

Bahkan ungkap dia, warga sekitar sempat memprotes pembangunan tembok tersebut pada pemilik namun tidak dihiraukan, sehingga pekerja terpaksa meneruskan pekerjaan.”Kami sempat menolak menerukan pembangunan tembok tersebut karena rentan ambruk karena pondasi dan tinggi tembok tiak sesuai, namun pemilik bersikukuh untuk terus dibangun,” katanya.

Hingga akhirnya hal yang ditakutkan para pekerja itu, terbukti, tidak ada hujan tidak ada angin, tambah dia, tembok tersebut ambruk dan menimpa empat orang rekan kerja mereka.

Petugas dari Polres Cianjur yang datang ke lokasi, langsung membawa jasad korban ke RSUD Cianjur, guna visum dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Petugas juga meminta keterangan saksi-saksi dan mengamankan pemilik bangunan warga keturunan ke Mapolres Cianjur.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito, seperti dikutip Antara mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya salah satu tembok di peternakan ayam itu, dengan meminta keterangan saksi dan pemilik pabrik.

“Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap peyebab kejadian termasuk dugaan adanya penyalahan pondasi bangunan. Kami juga masih menyelidiki adanya pondasi yang mulai berkarat, kemudian bahan bangunan yang digunakan sehingga bisa roboh dan yang lainnya,” katanya.

Sumber: CR-15 || editor: m. hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below