Tingkatkan Skill PR dan Media Relations, FIFGROUP Berguru ke Dahlan Iskan

JAKARTA, 1kata.com – FIFGROUP, salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk dan merupakan bagian dari Astra Financial, menyadari betapa pentingnya skill dan knowledge tentang public relations (PR) dan media dalam fungsinya menjaga citra dan reputasi yang positif perusahaan di mata publik.

Dengan luasnya network FIFGROUP yang mencapai 242 cabang dan 385 point of service (POS), sudah tentu hal di atas menjadi tugas dan peran dari Kepala Cabang sebagai person in charge (PIC) PR di cabangnya masing-masing dan juga PIC PR Kantor Pusat, sebagai representasi atau perpanjangan tangan FIFGROUP.

Hal ini akhirnya membawa FIFGROUP, melalui Corporate Communication Department, membuat program yang memiliki tujuan untuk meningkatkan skill dan knowledge terkait PR dan media relations kepada para PIC PR Kantor Pusat dan Cabang, yaitu Webinar : FIFGROUP Corporate Communication 2021 yang akan diselenggarakan sebanyak 2 kali, dengan menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya masing-masing.

Hadir sebagai pembicara, Prof. Dr. (H.C) Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011-2014, di rangkaian webinar pertama bertajuk “Bincang Asyik dengan Dahlan Iskan”, di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Dahlan Iskan menjelaskan bagaimana perkembangan dan opportunity serta tantangan dalam dinamika perbedaan zaman dulu dan zaman sekarang, seperti salah satu contohnya bagaimana media saat ini didominasi media sosial.

Dahlan Iskan menilai dalam kondisi sekarang ini, pekerjaan sebagai youtuber dan host podcast lebih banyak dipilih oleh kalangan milenial dan masyarakat.

“Youtube dan podcast adalah saluran yang kemungkinan besar akan terus hidup di zaman sekarang sampai masa depan,” kata Dahlan Iskan, dalam webinar tersebut.

Maka dari itu, lanjut wartawan senior ini, untuk menjadi youtuber atau host podcast yang menarik adalah mereka yang memiliki karakter dan kepribadian serta skill tertentu yang tentu saja membawa hal positif kepada masyarakat.

Sementara itu, di tengah gejolak pertumbuhan media, Dahlan Iskan memiliki spirit dan upaya yang besar untuk mengembalikan esensi dasar dari sifat dan karakteristrik jurnalisme.

Dahlan terus bersemangat untuk mengenalkan jurnalisme yang baik dan jujur kepada milenial, menuangkannya ke dalam bentuk tulisan-tulisan dan juga podcast-nya lewat harian DI’s Way – Catatan Harian Dahlan Iskan.

“Ya saya begini orangnya. Apa adanya saja yang saya sampaikan. Tentu saja kejujuran dan idealisme yang saya pegang, juga mempertimbangkan banyak faktor demi kebaikan semua pihak,” katanya.

Ia menambahkan, dunia jurnalistik saat ini seperti terlalu ‘receh’, menulis atau memberitakan tanda adanya analisa.

“Saya ingin sekali, anak-anak muda sekarang menjadi milenial yang kritis, jujur dan bertanggung jawab dalam bermedia,” katanya.

Dahlan juga menggarisbawahi, wartawan itu profesi, bukan disebut pekerjaan, karena memiliki otonomi untuk melakukan atau tidak melakukan, menulis atau tidak menulis.

Karena otonomi itulah, makanya wartawan terkadang cenderung arogan, sehingga untuk mengontrolnya yaitu dengan kode etik.

Saat ini, di zaman sekarang, dunia jurnalistik perlu dikembalikan lagi tanggung jawab dan profesionalismenya,” ujar Dahlan.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: 1kata.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below