Puspayoga: PPh Final 0,5 Persen Mampu Mendorong Badan Hukum UKM Meningkat

JAKARTA, 1kata.com — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga mengungkapkan, kebijakan pemerintah menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final dari 1 persen menjadi 0,5 persen yang berlaku sejak 1 Juli 2018 telah berdampak positif pada meningkatnya badan hukum UKM secara signifikan.

“Memang pemerintah menurunkan pajak UKM menjadi 0,5 persen, itu bertujuan supaya UKM memiliki badan hukum resmi. Jadi sekarang sudah banyak yang berbadan hukum,” kata Puspayoga, saat mewakili Presiden Jokowi membuka Rakernas Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) ke-XXIX di Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Puspayoga menjelaskan bahwa meningkatnya badan hukum UKM ini sejalan dengan tujuan skema PPh Final 0,5 persen yang dapat dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Badan seperti koperasi, CV, Firma, dan PT yang memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto di bawah 4,8 Miliar.Selain soal PPh Final 0,5 persen, juga soal penurunan suku bunga KUR dari yang sebelumnya 22 persen menjadi 7 persen.

“Sudah turun jauh loh. Ini agar dimanfaatkan oleh anggota Iwapi berkoordinasi dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, BPD dan lainnya. Harus koordinasi dengan baik. Karena yang mau saya katakan bahwa menurunkan bunga KUR itu gak gampang,” kata Puspayoga.

Berikutnya Puspayoga menjelaskan soal program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Ia mengatakan program tersebut sudah terintegrasi baik dengan beberapa Kementerian seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, maupun Badan Ekonomi Kreatif, serta lembaga pembiayaan ekspor-impor.

Menurut Puspayoga, program KITE pertama kali dikucurkan bagi pengrajin tembaga Tumang, Boyolali, untuk mendapatkan bahan baku impor, dengan diberikan insentif berupa pembebasan bea cukai dan Pajak Penambahan Nilai (PPN) Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Program KITE diresmikan Presiden Jokowi di Tumang, Boyolali. Kalau UKM mau impor tidak kena pajak masuk, begitu juga diekspor juga tidak kena pajak. Mereka itu banyak yang membuat meja, alat-alat dapur, lampu untuk diekspor ke Eropa dan AS,” katanya.

KITE merupakan upaya pemerintah memfasilitasi dan mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) nasional agar berkembang.

Sumber: mbelung
Editor: m.hasyim
Foto: 1kata.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below