
JAKARTA, 1kata.com – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo mengatakan, sebagai lembaga pembiayaan yang fokus pada perkuatan modal koperasi, pihaknya terus melakukan upaya jemput bola dalam mencari koperasi potensial hingga ke pelosok Indonesia.
“Saat ini kami terus gencar melakukan upaya jemput bola dalam mendukung perkuatan modal koperasi-koperasi di Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa, tapi kami juga menyeluruh sampai ke Indonesia timur,” ujar Supomo, dalam keterangannya, Selasa (2/8/2022).
Menurut Supomo, upaya jemput bola ini dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan juga bimbingan teknis yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM bersama dengan dinas-dinas di daerah yang membidangi koperasi dan UMKM.
“Sosialisasi terus kami laksanakan, dan juga bimtek, agar para koperasi merasakan manfaat layanan kami dalam mengajukan proposal pinjaman atau pembiayaan kepada kami,” kata Supomo.
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Berkat Bulukumba di Sulawesi Selatan merupakan salah satu koperasi yang memanfaatkan dana bergulir dari LPDB-KUMKM dalam menghadapi pandemi.
KSP Berkat Bukukumba merupakan koperasi berbadan hukum provinsi yang telah memperoleh sertifikat penilaian kesehatan tahun buku 2016 dengan nilai cukup sehat.
Koperasi yang diketuai oleh Andi Makkasau ini telah memiliki 34 kantor cabang dan 43 kantor cabang pembantu dengan total 77 kantor yang tersebar di seluruh Pulau Sulawesi, dan hingga kini telah memiliki lebih dari 400 karyawan.
Ketua KSP Berkat Bulukumba Andi Makkasau mengatakan, koperasi sempat merasakan dampak signifikan akibat terjangan pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga sekarang.
Masa dimana koperasi mengalami pertumbuhan anggota yang cukup pesat dan membutuhkan banyak modal kerja, namun disisi lain omzet anggota sedang menurun drastis karena sepinya pasar dan penjualan.
“Pengurus mencari cara agar usaha koperasi dan anggota dapat terus berjalan kendati Covid-19 belum juga usai. Pertumbuhan anggota yang semakin besar sehingga membutuhkan modal kerja yang cukup, menjadi dasar kami untuk mengajukan pinjaman ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada tahun 2022,” kata Andi.
Sumber: joko
Editor: m.hasyim
Foto: humas lpdb-kumkm


