Kasus Skimming, BNI Lakukan Patroli Awasi Mesin ATM

JAKARTA, 1kata.com – Direktur Teknologi Informasi PT BNI (Persero) Dadang Setiabudi menegaskan BNI tidak mengingkan munculnya kasus skimming seperti yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Namun jika hal itu harus terjadi, tambahnya, BNI tentu bertanggung jawan dan mengganti kerugian nasabah.

“Kerugian nasabah sudah dikembalikan. Jadi kalau ada skimming, langsung kita ganti. Itu bentuk tanggung jawab BNI,” kata Dadang Setiabudi, di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Namun sejauh ini Dadang belum mengungkapkan secara rinci berapa kerugian nasabah akibat kejahatan skimming ini.

Sebagai langkah antisipasi agar kasus serupa tidak terulang, lanjut Dadang, pihaknya sudah memasang alat unskimming.

“Kami juga melakukakn patroli ke mesin-mesin ATM kami untuk memastikan tidak ada alat atau benda apapun yang mencurigakan dan bisa mengganggu aktivitas mesin ATM,” katanya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya selalu mensosialisakan kepada nasabah untuk mengganti PIN secara berkala.

Ketika ditanya, dimana letak kesalahannya sehingga timbul skimming ini, Dadang Setiabudi mengaku belum mengetahui secara pasti. “Ini yang sedang kami komunikasikan dengan kepolisian,” katanya.

Menurutnya, kejahatan skimming ini bisa terjadi di ATM milik BNI atau ATM milik bank lain. Selain itu, kejahatan ini juga bisa dilakukan di ATM mana saja.

“Jadi kasus skimming di Kendari ini bisa saja dilakukan di Kendari atau dari tempat lain,” katanya.

Sumber: itte tolly
Editor: m.hasyim
Foto: 1kata.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below