
JAKARTA, 1kata.com – PT Indstri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresmikan Gerai Sehat Sido Muncul yang berlokasi di lobi Rumah Sakit Universitas Kristen Krida Wacana (RS Ukrida) Jakarta. Gerai sehat ini merupakan yang ketujuh yang dibangun Sido Muncul.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, mengungkapkan, Gerai Sehat Sido Muncul ini menjadi wujud terobosan untuk mendukung pasien agar dapat meningkatkan potensi kesembuhannya dari sakit.
“Ini sebagai terobosan untuk masuk ke rumah sakit secara formal. Kami masuk supaya pasien bisa menentukan alternatif pengobatannya sendiri,” kata Irwan Hidayat, Sabtu (30/11/2024).
Irwan berharap, Sido Muncul dapat bekerja sama dengan lebih banyak rumah sakit demi memperkenalkan jamu sekaligus mempermudah akses masyarakat mendapatkan produk obat herbal. Sido Muncul pun selalu memastikan setiap produknya telah melewati enam tahapan screening demi memastikan kualitas dan keamanannya.
“Produk-produk yang hadir di gerai tersebut sudah melewati dan berbagai tahapan penelitian, serta kualitas produksinya terus dijaga sesuai dengan standar yang berlaku sehingga bisa masuk ke rumah sakit,” kata Irwan.
Kehadiran Gerai Sehat Sido Muncul, lanjutnya, merupakan wujud inovasi untuk memperkenalkan obat herbal kepada masyarakat. Peluncuran gerai sehat di RS Ukrida Jakarta ini merupakan bentuk kerja sama ketujuh antara Sido Muncul dengan Rumah Sakit di berbagai daerah di Indonesia.
“RS Ukrida adalah RS ketujuh untuk peluncuran Gerai Sehat Sido Muncul. Kerja sama yang pertama dengan RS Panti Wilasa Semarang, lalu RSUD Bung Karno Solo, RS Banyumanik Semarang, RSUD Bali Mandara, RS Ari Canti Ubud Gianyar Bali, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Lewat kerja sama dengan dengan Rumah sakit, Sido Muncul ingin memperkenalkan obat herbal agar bisa mendukung kesehatan masyarakat,” ujar Irwan Hidayat.
Sementara itu Direktur RS Ukrida, Junior Situmorang, menyambut baik kerja sama dalam bentuk seminar kesehatan dan pembukaan Gerai Sehat Sido Muncul di RS Ukrida.
Menurutnya, kehadiran gerai sehat ini untuk mengakrabkan jamu di bidang kesehatannya. Salah satunya rumah sakit, bisa menjadi sarana untuk itu.
“Jamu sebagai warisan luhur bangsa perlu dilestarikan dengan cara memanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sekjen PB IDI Dr. Ulul Albab, Sp.OG mengatakan, IDI sudah melakukan sosialisasi kepada para dokter, obat herbal menjadi penting bagi bangsa.
“Jadi yang pertama kita bicara tentang kepentingan negara. Artinya negara sudah menempatkan untuk disiapkan obat-obat alam ini. Jamu adalah salah satu kekayaan alam yang perlu didukung. Dengan regulasi yang saat ini, artinya negara sudah punya concern. Hal ini yang seharusnya didorong sebagai bagian kearifan lokal dan untuk ketahanan kesehatan Indonesia,” kata Ulul.
Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


