FIFGROUP: Pensiun Awal Perjalanan Baru sebagai Wirausahawan

JAKARTA, 1kata.com – FIFGROUP menggabungkan dua momen penting: Inaugurasi FIFPreneur Batch 1 dan Kick Off FIFPreneur Batch 2, pada
Selasa (29/7/2025).

FIFGROUP ingin memastikan bahwa setiap insan purnabakti tidak merasa berjalan sendiri setelah menyelesaikan masa kerjanya.

“Lewat FIFPreneur, kami hadir sebagai pendamping agar mereka tetap bisa berkarya dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat,” ujar Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati, dalam keterangan tertulis.

Program FIFPreneur Batch 1 membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir dari produktivitas, melainkan awal perjalanan baru sebagai wirausahawan.

Selama enam bulan sejak Oktober 2023 hingga April 2024, sebanyak 19 peserta purnabakti mendapatkan pendampingan intensif dari mentor bisnis yang berpengalaman.

Hasilnya, seluruh peserta berhasil membangun usaha secara aktif, bahkan beberapa sudah mencatat kenaikan omzet hingga 50%.

Jenis usaha yang dijalankan pun beragam, mulai dari kuliner, pertanian terpadu, konveksi, hingga jasa servis rumahan, sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.

Baca juga:

Melihat keberhasilan Batch 1, minat terhadap program FIFPreneur terus tumbuh. Hal ini terlihat dari jumlah peserta Batch 2 yang meningkat menjadi 36 orang, naik lebih dari 84% dibandingkan sebelumnya.

Selama enam bulan ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan seputar ide usaha, keuangan, pemasaran, hingga strategi mengelola risiko. Dengan harapan, para peserta tidak hanya bisa membuka usaha, tapi juga mampu mengembangkannya secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta mendapatkan wawasan berharga dalam Talkshow Inspiratif bersama Suhartono, Presiden Direktur FIFGROUP 2007–2017.

Lewat pengalaman pribadinya yang sukses membangun usaha setelah pensiun, Suhartono membagikan enam prinsip penting bagi para calon pengusaha purnabakti.

Mulai dari menanamkan Simple Leadership DNA, membangun semangat dan tujuan baru, memilih usaha sesuai potensi, hingga pentingnya ketangguhan dalam menghadapi kegagalan.

“Pensiun bukan akhir, tapi awal untuk terus berkarya dan memberi dampak,” kata Suhartono.

Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below