Di Jatim, 3.315 Pekerja PHK dan 20 Ribu Dirumahkan Akibat Corona

SURABAYA, 1kata.com – Pemprov Jawa Timur (Jatim) mencatat, sedikitnya 3.315 pekerja di Jawa Timur mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi virus corona (Covid-19) dan sekitar 20 ribu pekerja dirumahkan.

“Sampai hari ini ada 20 ribu tenaga kerja yang dirumahkan. Sedangkan yang di PHK ada 3.315 orang,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/4/2020) malam.

Dari jumlah tenaga kerja yang dirumahkan tersebut, lanjutnya, 1.633 di antaranya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telah kembali ke Indonesia.

“PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang kembali ke Indonesia dan berniat tidak kembali lagi atau belum ada kepastian yang masuk dalam pendataan kami ada 1.633 orang,” ujarnya.

Para pekerja yang terdampak itulah, yang kata Emil akan diprioritaskan untuk dimasukkan ke dalam program pra kerja. Pihaknya pun telah mengusulkan angka tersebut ke Kementerian Ketenagakerjaaan.

“Angka ini sangat dinamis dan terus disampaikan langsung real time ke Kemenaker, Disnaker melakukan pendataan dan semuanya kita usulkan ke Kemenaker agar bisa menjadi bagian dari program pra kerja,” kata Emil.

Meski demikian, Mantan Bupati Trenggalek tersebut mengatakan belum mengetahui jumlah kuota pra kerja.

“Untuk kuota pra kerja sendiri memang belum ada alokasi yang spesifik namun ini terus didata oleh Kemenaker,” lanjutnya.

Sumber: CR-02
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below