Di Hadapan Komisi IX DPR, Bos Sido Muncul: Komitmen Kami Sejahterakan Karyawan

JAKARTA, 1kata.com – Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menegaskan komitmen perusahaan yang mengutamakan kesejahteraan karyawan.

“Target kami ini adalah kebahagiaan karyawan, karena saya menganggap stakeholder kami yang pertama adalah karyawan, bukan konsumen,” kata Irwan Hidayat saat menerima kunjungan Anggota Komisi IX DPR RI di pabrik Sido Muncul, di Semarang, Jumat (12/9/2025).

Menurut Irwan Hidayat, yang menerima kunjungan secara online dari House of Jamu yang juga Kantor Sido Muncul di Jakarta itu, jika sebuah perusahaan memiliki karyawan yang bahagia, maka produktivitasnya juga akan tinggi.

Pada kesempatan itu, Irwan Hidayat melaporkan jika saat ini karyawan Sido Muncul yang berada di pabrik sebanyak 3.000 orang. Secara keseluruhan, termasuk institusi dan anak usaha lainnya, jumlah karyawan mencapai sekitar 5.000 orang.

Ia berharap pihaknya dapat berdiskusi langsung dengan para anggota DPR terkait pengembangan produk jamu sebagai obat herbal. Dengan begitu, berbagai sumber daya alam di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Dapil Jateng III, Dr. H. Edy Wuryanto, S.KP., M.Kep mengapresiasi upaya Sido Muncul dalam mendukung kesejahteraan karyawan.

“Kami berharap soal kesejahteraan pekerja ini menjadi perhatian penting, dan tentu saya percaya Sido Muncul sudah sangat bagus dalam mensejahterakan karyawannya,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan Komisi IX DPR RI ini untuk memastikan bagaimana kondisi status ketenagakerjaan mereka, kemudian soal struktur skala upah mereka, jaminan sosial kesehatan, jaminan sosial ketenagakerjaan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina Setyawan, memberikan apresiasi tinggi kepada Sido Muncul atas keberhasilannya memodernisasi proses produksi tanpa mengorbankan karyawan. Di antaranya mengadopsi teknologi mesin modern dalam proses sampling, pengemasan, dan pengkondisian produk.

“Modernisasi dikatakan berhasil karena saat perusahaan lain melakukan PHK, Sido Muncul justru mempertahankan tenaga kerja lama dan mengalihkan mereka ke bagian lain sesuai keahlian masing-masing,” kata Arzeti.

Menurut Arzeti, dengan tanpa PHK, artinya perusahaan telah recycling skill dari tenaga kerja yang ada atau tenaga kerja lama, dipindahkan untuk memproduksi hal-hal yang lain.

“Jadi artinya, Sido Muncul terus melakukan pembenahan dan mengikuti modernisasi dalam pengkondisian membuat satu produk,” ujar Arzeti.

Di sisi lain, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Dapil Jateng I, Dr. H. Muh. Haris, S.S., M.Si. menyambut baik keinginan Irwan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan pihaknya. Ia pun berharap kedepan Sido Muncul akan menjadi perusahaan yang semakin maju dan berkembang.

“Kalau nanti Pak Irwan menghendaki ke Komisi IX, tentu kita sangat senang sekali karena dengan demikian bisa bertukar pengalaman, memberikan masukan-masukan, sharing-sharing dengan kami. Doa kami semoga Sido Muncul makin maju, makin berkembang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, para anggota Komisi IX yang hadir pada kunjungan ini antara lain, Dr. H. Edy Wuryanto, S.KP., M.Kep; Dr. Sihar P.H. Sitorus, Bsba., M.B.A.; Eko Kurnia Ningsih; Ade Rezki Pratama, S.E., M.M.; Dr. Arzeti Bilbina Setyawan, S.E., M.A.P. dan Dr. H. Muh. Haris, S.S., M.Si.

Hadir pula anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Subchan Gatot, Kepala Kanwil BPJS Jateng-DIY Hesnypita, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Ketenagakerjaan Estiarty Haryani, dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha beserta jajaran.

Penulis: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below