Berkat Bantuan Sido Muncul, 142 Pasien Bibir Sumbing Bisa Tersenyum

JAKARTA, 1kata.com – Direktur PT Bintara Arnirah Saraswati selaku pemilik RS Selaras menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sido Muncul yang memberikan bantuan Rp280 juta untuk kegiatan operasi bibir sumbing.

“Terima kasih atas kepercayaan Sido Muncul kepada kami. Ini bukan pertama kali, karena Sido Muncul sering menggelar bakti sosial katarak,” ujar Saraswati, di RS Selaras, Cisauk, Tangerang, Sabtu (6/8/2022).

Saraswati menambahkan, apa yang dilakukan Sido Muncul sangat membantu pasien bibir sumbing menjadi lebih percaya diri.

“Pasien bibir sumbing bisa tersenyum kembali berkat bantuan Sido Muncul, terima kasih,” katanya.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan, bantuan operasi sumbing bibir gratis bukan baru pertama kali dilaksanakan oleh Sido Muncul.

Sido Muncul telah melakukan operasi sumbing bibir gratis sebanyak tujuh kali sejak tahun 2018 yang diselenggarakan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kami pernah melakukan baksos ini di RS ST Carolus Borromeus, Kupang Nusa Tenggara Timur sebanyak dua kali, RSUD Dolok Sanggul Sumatera Utara, RS Sari Asih Serang Banten, RSUD Surodadi Tegal, dan RSI Wonosobo Jawa Tengah. Total pasien yang telah dioperasi adalah 142 pasien,” kata Irwan Hidayat.

Irwan menambahkan, kali ini Sido Muncul kembali memberikan bantuan bantuan untuk 40 pasien yang difokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati menerangkan, hari ini akan dilakukan operasi terhadap 10 anak. Namun, total yang akan dioperasi 40 orang.

“Ini adalah salah satu bentuk sosial luar biasa karena tidak hanya membantu tapi memberikan mereka masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

Bibir sumbing merupakan cacat bawaan lahir yang terjadi pada bagian bibir dan langit-langit. Celah tersebut bisa terdapat di tengah, kanan, atau kiri bibir. Selain di bibir atas, sumbing juga bisa terjadi pada langit-langit mulut.

Banyak faktor penyebab kasus ini yaitu kekurangan gizi pada tiga bulan pertama kehamilan dimana organ tubuh mulai terbentuk, kekurangan salah satu unsur mineral (Zn) yang terkandung dalam air yang diminum oleh ibu calon bayi, faktor keturunan, perkawinan keluarga dekat, dan lainnya.

Fakta menunjukkan bahwa di Indonesia penderita sumbing bibir dan langit-langit kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu. Para penderita bibir sumbing kerap menghadapi sejumlah kendala dalam menjalani kehidupan.

Adapun kendala yang harus mereka hadapi mulai dari sulit mengonsumsi makanan, berbicara hingga pergaulan di tengah masyarakat.

Sumber: ithe
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below