5.000 Guru Honorer Ditargetkan Ikut BPJS Ketenagakerjaan

BANDUNG, 1kata.com – Sebanyak 2.400-an guru honorer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

“Hingga Agustus tercatat sudah ada 2.400-an menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Garut, Kanwil Jabar, Cecep Hendra, di Garut, Jumat (22/9/2017).

Guru honorer yang ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan itu baru sebagian, targetnya sekitar lima ribuan guru di Kabupaten Garut.

BPJS Ketenagekerjaan, katanya, terus berupaya mensosialisasikan program manfaat dan keuntungan bagi guru honorer yang menjadi peserta program jaminan sosial tersebut melalui berbagai acara termasuk asosiasi guru.

“Kami melakukan pendekatan melalui organisasi atau asosiasi guru yang ada di Garut, agar mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Ia menyebutkan, guru honorer peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan dua jaminan yakni kecelakaan tenaga kerja dan kematian, sedangkan jaminan hari tua sementara belum dapat dimasukan.

“Sementara kita masukan ke program kematian dan jaminan kecelakaan, sedangkan jaminan hari tua sementara belum,” katanya.

Ia menjelaskan, manfaat guru honorer masuk program BPJS Ketenagakerjaan yakni untuk memberikan ketenangan selama bekerja.

BPJS Ketenagakerjaan, katanya, menjamin peserta dari mulai berangkat, saat bekerja hingga kembalinya bekerja, bahkan memberikan santunan sebesar Rp24 juta apabila meninggal dunia.

Sumber: CR-08 | editor: m.hasyim

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below