
KUDUS, 1kata.com – Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengungkapkan, realisasi penyaluran kredit usaha produktif (KUP) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Maret-November 2015 mencapai Rp5,4 miliar.
“Dari jumlah kredit yang tersalurkan sebesar itu, jumlah penerimanya mencapai 580 orang yang merupakan pelaku usaha,” kata Supriyatno, di sela-sela kunjungan Megawati Soekarnoputri dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Kudus, Sabtu (14/11/2015).
Ia menargetkan, hingga akhir tahun 2015 bisa tersalurkan hingga Rp10 miliar.
Meskipun saat ini baru terealisasi Rp5,4 miliar, dia mengungkapkan akan berupaya maksimal agar bisa terealisasi sesuai target.
Dari ratusan penerima KUP, kata dia, pembayarannya hingga sekarang cukup lancar dan tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) hingga sekarang masih nol.
Apabila program KUP di Kudus hingga akhir tahun 2015 membuahkan hasil yang memuaskan, kata dia, bakal dijadikan program nasional.
Ia mengakui program KUP tersebut cukup bagus karena pendataan penerimanya serta verifikasinya melibatkan jajaran pemerintahan dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, kepala desa hingga rukun tetangga (RT).
Menurut rencana, kata dia, tahun 2016 akan digulirkan di kabupaten lain, seperti Kabupaten Kendal, Magelang, dan Kebumen.
Pada triwulan pertama tahun 2016, dia menargetkan, semua kabupaten/kota di Jateng bisa menggulirkan program KUP tersebut.
Program KUP tanpa agunan dengan sasaran pelaku usaha mikro itu, digagas oleh Bupati Kudus Musthofa yang digulirkan mulai 10 Maret 2015.
Dalam penyalurannya, disesuaikan dengan kartu yang dimiliki oleh pelaku usaha dengan plafon pinjaman maksimal Rp20 juta dengan jangka waktu kredit maksimal 36 bulan.
Sumber: CR-08 || editor: m.hasyim


