
JAKARTA, 1kata.com – Paket kebijakan ekonomi jilid V yang dikeluarkan pemerintah beberapa hari lalu dapat mampu mendorong kapitalisasi pasar modal. Selain itu, stimulus paket kebijakan ekonomi itu mampu mendorong sektor properti.
Meskipun kebijakan pengurangan pajak revaluasi aset difokuskan kepada BUMN, namun para emiten yang melantai di bursa saham juga bisa menikmati insentif tersebut. Karena itu akan banyak aset dari emiten yang akan berkembang.
“Revaluasi aset, buat total kapitalisasi pasar kita bisa menjadi lebih jelas,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Menurutnya, kebijakan paket V ini sangat bagus untuk pajak. Selain itu, kebijakan itu diharapkan juga akan mampu mendorong sektor properti.
Tito menjelaskan, yang akan memengaruhi perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya sebelum akhir tahun, yaitu belanja pemerintah. “Perusahaan mau listed gini, apa yang paling pengaruhi? Terbukti spending pemerintah di Oktober naik,” jelas dia.
Selain itu, dia menambahkan, hasil kinerja perusahaan terbuka di BEI pada kuartal III tahun ini dalam kondisi yang bagus, sehingga membawa iklim yang positif terhadap pasar modal Tanah Air. “Hasil kuartal III, beberapa perusahaan (emiten) kinerjanya bagus. Lalu BI mengatakan inflasi maksimum 4 persen hingga akhir tahun,” katanya.
Sumber: CR-02 || editor: m. hasyim


