Ilustrasi dana haji. (ist)JAKARTA, 1kata.com – Aparat keamanan Arab Saudi di Kota Makkah menangkap tiga warga negara Indonesia (WNI) atas dugaan penipuan pelayanan haji. Menyikapi hal ini, Polri selaku bagian dari Satgas Haji dan Umrah langsung mengambil sikap.
Polri akan berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah RI serta KBRI untuk mengomunikasikan kasus ini dengan Kepolisian Arab Saudi karena locus (lokasi) kasus tersebut berada di Makkah, Arab Saudi.
“Biar bagaimanapun WNI yang berhadapan dengan hukum di negara lain, kewajiban negara adalah juga memberikan bantuan hukum,” kata Wakil Kepala (Waka) Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca juga:
- Naik 43 Persen, Bandara Kertajati Layani 40 Kloter Jamaah Haji
- Mantap, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Gratis, Ini Rinciannya
Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, tiga WNI tersebut diduga melakukan penipuan berupa memproduksi serta mengiklankan dokumen-dokumen palsu terkait dengan haji.
“Mereka melakukan tindak pidana tersebut, kemudian ditangkap oleh pihak kepolisian Arab Saudi dan tentu itu membutuhkan pendampingan dari kepolisian kita di Indonesia,” ucapnya.
Guna menangani kasus ini, pihaknya meminta tambahan personel Polri untuk berbicara lebih banyak dengan Kepolisian Arab Saudi terkait dengan pengaturan dan tata kelola haji di negara tersebut.
Baca juga:
- Muka Tanah Terus Turun, SDA Jaksel Ingatkan Penggunaaan Air Tanah
- Minyakita Dijual di Atas HET, Satpas Pangan Polda Metro Jaya Lakukan Sidak
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mendapat informasi dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah bahwa tiga orang diduga berkewarganegaraan Indonesia ditangkap aparat keamanan Arab Saudi di Kota Makkah pada Selasa (28/4).
“Ketiganya diduga terlibat dalam praktik penipuan dan penggelapan terkait layanan haji ilegal, termasuk melalui penyebaran iklan layanan haji palsu di media sosial,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI Heni Hamidah.
Menurut Heni, aparat keamanan Arab Saudi juga menemukan sejumlah barang bukti, antara lain uang, perangkat komputer, serta kartu haji yang diduga palsu. Dua dari tiga orang tersebut dilaporkan menggunakan atribut petugas haji Indonesia saat penangkapan.
Penulis: CR-02
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


