Tangani Sampah, KLHK Perkuat Kolaborasi Multistakeholder

JAKARTA, 1kata.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, menegaskan, pihaknya memperkuat kolaborasi multistakeholder untuk menyelesaikan persoalan sampah.

Ia menambahkan, kolaborasi multistakeholder itu sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. Pihaknya juga akan terus melakukan excercise untuk zero emission, selain zero waste di 2030.

“Tentu saja berbagai dinamika di lapangan masih menantang, dan kita akan bekerja keras untuk menyempurnakan semuanya. Optimis bisa,” kata Siti Nurbaya, saat mengunjungi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani Kabupaten Badung dan TPST TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat), Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Rabu, (11/01/2023).

Baca juga: Menteri LHK: Pengelolaan Sampah Nasional Capai 64,5 Persen

Dari kunjungan kerja ini Menteri Siti melihat proses pengolahan sampah di Provinsi Bali telah cukup maju.

“Peran Pemerintah Daerah Kabupaten cukup menonjol didukung oleh Pemerintah Pusat, Asosiasi Pengusaha Sampah dan juga dukungan swasta secara terbatas,” ujarnya.

Di TPST tersebut, sampah yang masuk tercatat 17 ton per hari dengan komposisi 64% organik. Hasil olahan sampah di TPST tersebut diantaranya menghasilkan kompos untuk keperluan keseharian pupuk dan tanaman, bahan bricket RDF yang dikerjasamakan dengan PT. Pembangkit Jawa Bali (PJB), sebagai co-firing batubara.

“Masih ada residu ke TPA sekitar 10% ini bagian yang harus diintevensi dalam konsepsi penyelesaian sampah secara tuntas,” imbuh Menteri Siti.

Sumber: joko
Editor: m.hasyim
Foto: Humas KLHK

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below