
JAKARTA, 1kata.com – Polisi mengedepankan pendekatan ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI) dalam mengungkap kasus penembakan Brigadir J di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo.
Langkah ini ditempuh Polri untuk menjawab berbagai asumsi yang ada di masyarakat terkait insiden penembakan itu.
“Untuk menghindari spekulasi yang dianalogikan tanpa didukung oleh pembuktian ilmiah dan bukan orang yang expert di bidangnya justru akan memperkeruh keadaan,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/2022).
Proses pembuktian ilmiah itu, lanjutnya, antara lain merampungkan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim kedokteran forensik. Kemudian, laboratorium forensik juga tengah melakukan uji balistik dari proyektil, selongsong, serta senjata api yang digunakan dalam peristiwa penembakan Brigadir J.
“Di tempat kejadian perkara (TKP), pihak Inafis akan melakukan olah TKP untuk menemukan sidik jari DNA, mengukur jarak dan sudut tembakan, CCTV, handphone dan lainnya,” katanya.
Dia melanjutkan, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri secara paralel juga akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi dan memberikan asistensi ke tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
Dengan keseluruhan proses pembuktian ilmiah ini, ia berharap, fakta seputar penembakan Brigadir J akan terungkap secara jelas. Dedi menyatakan Polri akan menyampaikan penanganan kasus Brigadir J secara objektif dan transparan kepada publik.
Dia pun meminta publik bersabar menunggu seluruh proses yang dilakukan oleh Polri dalam mengungkap kasus penembakan Brigadir J.
“Jadi nanti hasilnya akan sangat jelas dan komprehensif karena bukti yang bicara secara ilmiah dan ada kesesuaian dengan hasil pemeriksaan para saksi-saksi,” katanya.
Sumber: CR-01
Editor: m.hasyim
Foto: istimewa


